APAKAH Anda membiarkan ada televisi di kamar si kecil? Jika iya, mungkin mulai sekarang Anda harus mengubah kebiasaan tersebut. Sebab, peneliti ungkap bahwa keberadaan TV di kamar si kecil akan membayakan kesehatannya.
Menurut penelitian yang dilakukan Loughborough University, anak-anak yang terpaku pada layar TV atau komputer akan cenderung membuatnya menghindari buah dan sayuran. Data ini diperkuat dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa dua pertiga anak muda yang disurvei melaporkan bahwa mereka tidak cukup mengonsumsi sayuran dan memilih untuk menghabiskan waktu luangnya untuk menonton TV selama 2 jam.
Dilansir dari Daily Mail, Senin (13/11/2017), penelitian ini juga mengungkapkan bahwa kebiasaan berlama-lama di depan komputer atau TV akan membuat si anak punya keinginan untuk ngemil yang tinggi dan teratur.
BACA JUGA:
Waspada! Kanker Paru Bukan hanya Momok Kaum Pria
Dijelaskan peneliti, kebiasaan itu terjadi karena keinginan untuk ngemil itu dikarenakan otak bekerja cukup keras untuk terus aktif di depan layar monitor dan itu membuat perut si anak gampang lapar. Alhasil, ngemil adalah jalan keluar yang paling sering tejadi. Alhasil, obesitas di usia anak-anak pun semakin tinggi.
Temuan tersebut berdasar atas jawaban dari 527 anak-anak berusia antara 11 dan 12 tahun. Beberapa penelitian pun menemukan hubungan antara konsumsi siaran televisi yang berlebihan dan kebiasaan makan yang buruk yang meningkatkan risiko obesitas.
Sementara sebuah penelitian yang dilakukan pada Juni lalu mengungkapkan bahwa membiarkan seorang anak menonton televisi di kamar tidur mereka sendiri membuat mereka lebih cenderung menjadi gemuk.
Para ahli sangat percaya bahwa banyak iklan makanan cepat saji yang kemudian menggoda anak-anak. Yang mana, kondisi tersebut membuat konsumsi kalori si anak menjadi lebih tinggi dari anak lainnya.
Prinsip lain dari kebiasaan ngemil ini adalah dudu k terlalu lama. Ya, dengan adanya televisi di dalam kamar si anak, itu bisa membuat mereka gemuk dan membuat tubuhnya jadi tidak bergerak secara maksimal. Alhasil ada masalah kardiovaskular yang mengintai mereka.
Studi baru yang diterbitkan di BMC Public Health pun mendukung panggilan dari para aktivis bahwa anak-anak harus memiliki waktu mereka di depan TV yang tertutup.
Jangan Coba-Coba, Ini Bahaya Minum Kopi saat Perut Kosong!
Dr Emma Haycraft, yang terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan ada hubungan yang kuat antara lama anak di depan televisi dan makan yang tidak sehat. “Karena itu, mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan anak-anak Anda di depan televisi sambil makan merupakan langkah logis untuk memperbaiki perilaku makan mereka,” terangnya.
Dia melanjutkan, kebiasaan seperti ngemil sambil menonton televisi atau menggunakan ponsel atau tablet adalah perilaku kesehatan yang merugikan karena akan membuat si anak menjadi doyan makan makanan yang cenderung penuh dengan gula atau lemak jahat.
“Perubahan sederhana seperti mengurangi ketersediaan makanan ringan berkalori tinggi adalah salah satu cara untuk memperbaiki pola makan anak-anak. Jadi, peran orangtua dalam menjaga asupan dan ketersediaan camilan anak pun penting,” tambahnya.
(Santi Andriani)