“Keris bagi pria jawa digunakan sebagai pegangan maknanya untuk perang bahkan keris itu bisa mewakilkan diri pemiliknya. Misalnya si pemilik tidak bisa hadir tapi saat ada kerisnya maka bisa mewakili dirinya. Dahulu maknanya seperti itu sekarang terdengar aneh,” terang Prapto.
Kesan gagah, berani dan tegas secara otomatis akan langsung terpancar dari pria jawa saat mengenakan keris. Dahulu orang menjadikan keris sebagai salah satu tanda kedudukan seseorang.
BACA JUGA:
Pria ini lebih lanjut mengatakan pernikahan Kahiyang dan Bobby ini memang merupakan kawinan dua suku namun sangat terasa kental sekali adat Jawanya terutama Solo. “Solo sangat kaya akan nilai budaya. Tapi budaya ini sesuatu yang dinamis, ada nilai dan kepantasannya,” pungkas Prapto.
(Dinno Baskoro)