Kemudian, Mbah Kung Tukimin juga menyarankan pada calon mempelai, Kahiyang dan Bobby, untuk beristirahat cukup, karena rangkaian prosesi adat Jawa sangat banyak dan melelahkan. Meskipun kedua calon mempelai hanya dapat tidur dengan waktu yang singkat, tidur tersebut harus berkualitas.
"Prima dalam fisik, tidak boleh dalam kondisi sakit, karena fisik yang tidak prima, maka jiwanya pun tidak kuat. Fisik dan mental harus betul-betul bagus, karena ketika akad nikah mental harus dalam kondisi baik," ucapnya.
Selain memberikan calon pengantin saran untuk beristirahat cukup, Mbah Kung Tukimin juga berpesan, agar dapat beradaptasi atau menyesuaikan kebiasaan lama dengan hal baru yang akan segera dijumpai setelah menikah. Pasalnya, sepasang suami-istri yang baru saja menikah pasti akan mengalami perbedaan kebiasaan.
"Harus ada dalam benak, apapun yang terjadi saya dengan istri atau saya dengan suami, akan sampai tua, susah-senang, bahagia-menderita, terus bersama-sama, diikat dengan cincin emas, dan disaksikan kepada keluarga dihadapan Tuhan, harus siap berkorban kedua-duanya, demi keagungan dan kemuliaan, jangan memikirkan diri sendiri, dari yang ini punya ku, jadi ini punya kita," ungkapnya.
(Renny Sundayani)