3. Teh tubruk : Minuman lain yang juga biasanya hadir dalam sesajen, adalah minuman teh tubruk, minuamn teh tradisional yang berbentuk daun teh kering, bukan jenis teh celup modern instan yang banyak dijual di pasaran.
4. Kemenyan : Bicara soal sesajen, rasanya tidak akan lengkap jika tidak menyebut kemenyan. Kemenyan sendiri sebetulnya merupakan wewangian alami yang berasal dari hasil mengolah getah pohon-pohon tertentu, dalam sesajen biasanya kemenyan ini dibakar bersama bara api sehingga dari pembakaran inilah keluar asap-asap beraroma. Kehadiran kemenyan dalam sesajen, disebutkan konon sebagai persembahan untuk para roh karena roh-roh gaib tersebut suka dengan kemenyan.
5. Rokok : Tahukah Anda bahkan rokok pun erat kaitannya dengan sesajen? Yup, diketahui lebih lanjut bahwa dalam sesajen disediakan rokok biasanya berupa rokok lintingan karena roh-roh leluhur dulunya ikut kepada seorang leluhur banyak yang menyukai asap yang dihasilkan oleh rokok.
6. Bunga kantil : Well, bunga kantil atau bunga cempaka putih ini sangat familiar keberadannya di pulau Jawa dan Bali. Tidak hanya digunakan untuk acara adat ataupun pernikahan, bunga kantil juga tidak absen hadir dari yang namanya sesajen. Konon, aroma wangi khas bunga ini sangat disukai oleh mahluk halus berjenis Kuntilanak, untuk sesajen sendiri biasanya bunga kantil digunakan untuk sesajen malam jum’at untuk mengusir roh jahat.
7. Kayu cendana jawa dan cendana kupang : Pada dasarnya, kabarnya mahluk halus memang menyukai kayu-kayuan. Namun, dua jenis kayu ini lebih disukai karena mempunyai aroma yang lebih harum dibandingkan dengan kayu lainnya. Sebagai sesaji, biasanya kayu cendana ini dijadikan serbuk atau serpihan kecil lalu di ditaburkan ke dalam bakaran arang kayu dan biasanya dikombinasikan dengan kemenyan Jawa dan dupa. Demikian seperti dihimpun Okezone dari berbagai sumber.
(Dinno Baskoro)