Masyarakat yang secara turun temurun mendengar cerita tentang aktivitas para hantu itu pun mempunyai cara untuk menghindari 'gangguan' para hantu itu. Mereka membangun rumahnya dengan cara memberi jeda antara bangunan tembok yang satu dengan bangunan tembok lainnya.
"Salah satu contoh rumah warga di Gang Siluman, mereka membangun rumah dengan cara memberi jeda bangunan. Karena, kalau tidak diberi jeda akan terjadi kejadian di luar dugaan, seperti sakit hingga meninggal dunia secara tidak wajar,"tandasnya.
Warga sekitarnya, Umar, menambahkan, pada tahun 1980 ada salah satu warga yang membangun rumah yang menghalangi jalur aktivitas hantu Nenek Loyeh. Setelah bangunan selesai, setiap malam selalu terdengar suara tangisan nenek-nenek yang diyakini sebagai Nenek Loyeh.
"Akhirnya bangunan tersebut diberi jeda sebagai jalan jalur hantu tersebut dan akhirnya tidak lagi terulang kejadian suara tangisan nenek-nenek seperti yang sering dialami sebelumnya," tutupnya.
(Fahmi Firdaus )