SOLO - Siraman pengantin merupakan salah satu proses yang haru dijalani oleh calon pengantin sesuai dengan adat Jawa. Demikian juga dengan Kahiyang Ayu yang juga melakukam prosesi siraman di kediaman pribadi Presiden Jokowi di Sumber, Solo.
Bahkan calon pengantin pria yang berasal dari Medan, juga mengikuti proses siraman yang berlangsung di salah satu hotel di kota Solo dengan dibantu oleh para perias dan beberapa orang yang akan memandu acara tersebut.
Siraman sendiri adalah upacara adat ritual warisan nenek moyang kita yang mengandung banyak falsafah di dalamnya. Dalam tiap langkah pada prosesi siraman dimaknakan agar para calon pengantin membersihkan diri dan hati, sehingga semakin mantap untuk melangsung pernikahan esok harinya.
Sebelum acara siraman biasanya ayah pengantin putri melakukan pemasangan bleketepe (anyaman daun kelapa) sebagai tarub pada gerbang rumah. Pemasangan tarub dimaknakan sebagai tanda resmi ada hajat mantu.
Keterangan dari pemandu acara siraman yakni Widarsih Suranto mengatakan, nantinya saat prosesi siraman akan menggunakan air yang berasal dari tujuh mata air yang diambil dari Solo dan beberapa kota lain yakni Jakarta dan Bogor.
Air siraman diambil dari Keraton Solo, Masjid Agung Solo, Masjid Mangkunegaran, Masjid Laweyan, rumah pribadi Jokowi di Sumber-Solo, Istana Negara dan Istana Bogor.
"Air siraman dari tujuh mata air, dari Solo dan juga istana negara di Jakarta dan istana Bogor," jelas Widarsih belum lama ini.
BACA JUGA:
TERUNGKAP! Ini Alasan Kenapa Diet Biasanya Cuma Dilakukan 2 Pekan
VIRAL! 2 Remaja Indonesia Cover Lagu "Havana" Milik Camila Cabillo yang Ciamik, Penasaran?
5 Cara Sederhana Mencegah Penuaan Dini, Tidur Cukup & Air Putih Jangan Diabaikan
Proses siraman nantinya ketujuh sumber mata air itu akan dicampur oleh Jokowi sebelum digunakan. Semua prosesi adat Jawa itu diambil dari pakem atau paugeran (tradisi) Kraton Solo.
Menurut jadwal yang sudah disusun, acara siraman akan berlangsung pada hari Selasa (7/11/2017) sekira pukul 09.00 WIB.
Nantinya yang akan melakukan siraman selain kedua orang tua adalah sesepuh wanita yang dituakan.
"Jumlah yang ikut melakukan siraman mungkin tujuh atau sembilan pinisepuh," ujar Widarsih.
Alasan kenapa harus tujuh atau sembilan orang yang dipilih menurut Widarsih bahwa tujuh memiliki makna mendapatkan pertolongan dari Allah SWT.
Dan bilangan angka sembilan adalah tubuh manusia terdapat lubang dengan jumlah sembilan agar dijaga baik sehingga bisa melanggengkan rumah tangga hingga akhir hayat.
"Jadi maknanya usai siraman harapannya kedua calon pengantin ini yang akan memulai kehidupan baru dengan hati yang bersih dan bening agar tercipta keluarga yang sakinah, mawadah warrahmah," pungkas Widarsih.
(Ade Indra Kusuma)