JIKA masyarakat Korea rela menghabiskan banyak uang untuk melakukan operasi plastik, masyarakat Vietnam ternyata memiliki cara tersendiri untuk menjaga kecantikan kulit mereka. Uniknya, hal tersebut dilakukan dengan biaya yang sangat murah yaitu, mengonsumsi daging tikus.
Sebagian besar wanita Vietnam rupanya percaya bahwa daging tikus dapat membuat seseorang terlihat awet muda. Bukannya mereka tidak memiliki pilihan lain, tapi justru karena memang sangat menyukainya.
Kendati demikian, tidak semua jenis tikus yang dapat dikonsumsi. Sebagai contoh, masyarakat Vietnam tidak pernah menyantap tikus-tikus yang ditangkap di kawasan perkotaan. Bagimana tidak, tikus-tikus itu dianggap kotor dan bahkan beracun karena hidup di saluran permbuangan, serta memakan sampah-sampah yang bertebaran di jalanan.
Mereka biasanya mengonsumsi tikus yang ditangkap di sawah. Karena tikus tersebut hanya memakan padi, sehingga dianggap ‘bersih’ dan layak untuk dikonsumi. Meski sering dianggap sebagai hama dan merusak tanaman, namun para petani sangat suka mengonsumsi dagingnya.
Percaya atau tidak, tikus sawah ini sebenarnya memiliki kualitas yang berbeda. Tikus berbulu coklat muda umumnya memiliki tekstur kepala yang lebih besar, dan mengandung lemak yang lebih banyak. Tak heran jika tikus tersebut lebih mahal daripada yang berwarna cokelat tua. Lalu bagaimana rasanya?