Menkes Nila menambahkan, pangan jadi sumber permasalahan terbesar dari segi kesehatan dan lingkungan. Hingga tahun 2050, sebesar 9 miliyar penduduk dunia membutuhkan asupan pangan yang tepat agar terbebas dari kekurangan gizi. Padahal bumi hanya bisa memproduksi pangan sekira 50% saja.
Untuk itu, pemerintah mengajak seluruh stake holder untuk mencegah terjadinya kekurangan pangan di masa mendatang. Semuanya harus mencari jalan keluar terhadap ancaman ketahanan pangan di tengah meningkatnya populasi penduduk.
"Kita mencoba menyatukan pemikiran mengenai ketahanan pangan. Tidak hanya berpikir hanya untuk barat atau timur, utara atau selatan, tetapi kita berpikir ketahanan secara global," tambahnya.
Apalagi Asia Pasifik merupakan kawasan yang memiliki penduduk terbanyak di dunia dengan urutan ke-4. Ke depan, jika penduduk dunia kekurangan bahan pangan, sangat rawan dengan kelaparan.
Belum lagi saat ini ada tiga permasalahan pangan yang sering dibicarakan di tingkat dunia. Antara lain adalah keamanan pangan, obesitas dan kebiasaan makanan yang dibuang-buang.
Karena itu, Menkes Nila mengingatkan agar masyarakat mengubah kebiasaan pola makan setiap hari. Pilihlah makanan yang aman dan sehat, serta dapat mengubah status pangan yang semula merupakan tantangan global, justru menjadi solusi kunci dari permasalahan.