KELUARGA menjadi elemen penguat ketika seseorang terdiagnosa penyakit serius. Dengan dukungan dari keluarga, anggota keluarga yang mengidap penyakit serius tersebut bisa menjalani pengobatan dan perawatan lebih semangat dan keinginan untuk sembuh yang lebih tinggi.
Begitupun yang seharusnya terjadi pada setiap keluarga pengidap yang mengidap penyakit Multiple Sclerosis atau yang sering disingkat MS. Penyakit yang memiliki beberapa gejala cukup menguras emosi dan kesabaran ini harus dihadapi dengan cara yang tepat, agar pengidap MS tidak kehilangan semangat untuk menjalani hari dan terhindar dari stres. Selain itu, keluarga yang merawat pengidap MS juga dapat lebih bahagia.
Berdasarkan pengalaman yang telah dialami oleh Kanya Puspokusumo dari 16 tahun lamanya dan hingga kini hidup bersama MS, berikut tips untuk keluarga atau care giver MS yang dibagikan oleh Kanya Puspokusumo dalam acara seminar Mengenal Lebih dalam Penyakit Multipel Sklerosis, di BMF Room, Hall B, Jakarta Convention Centre, Jakarta, Jumat (20/10/2017).
1. Kenali MS
Bukan hanya pengidap saja yang harus mengenali MS, tapi keluarga dan care giver harus mengenali MS. Caranya dengan mencari informasi tentang MS sebanyak-banyaknya dari mana saja, agar ketika pengidap MS menunjukkan gejala-gejala saat kambuh, keluarga atau care giver dapat menangani pertolongan pertamanya seperti apa.
BACA JUGA:
Prestasi Miss Indonesia di Ajang Miss World Selama 5 Tahun Terakhir
Ladies, Jangan Lupa Ganti Celana Dalam Usai Berhubungan Seks!
Daftar Raja-Raja di Dunia yang Doyan Berpoligami, Jumlah Selirnya Bikin Melotot!
Sudah Usia 40 Tahun Olga Lydia Tetap Cantik dan Awet Muda, Ini Rahasianya!
2. Buat team work
Team work dibutuhkan untuk merawat pengidap MR secara bergantian. Dalam team work juga diperlukan jalinan komunikasi yang terjadi dua arah, agar bisa mengartikan komunikasi non verbal yang diberikan oleh pengidap MS. Team work juga diharuskan untuk memelihara kesehatan kedua belah pihak, sebab ketika keluarga dapat memahami apa mau pengidap, pengidap akan merasa lebih bahagia, kambuh akibat MS pun bisa berkurang, sehingga keluarga dan pengidap pun bisa hidup lebih bahagia.
3. Terbuka akan perasaan
Keluarga atau care giver dan pasian MS harus saling terbuka akan perasaan masing-masing. Ketika merasa lelah merawat, sebaiknya care giver katakan saja baik-baik pada pengidap MS. Pasalnya, pengidap MS sebenarnya tidak harus 24 jam selalu membutuhkan perawat, tapi hanya ingin dipahami dan dimengerti saja, tidak perlu dikasihani. Dengan mendiskusikan perasaan masing-masing, care giver dan pengidap akan terhindar dari stres.
4. Harus mau ditolong
Care giver sebaiknya bersikap terbuka, sebab manusia memiliki batas kemampuan dan bisa kelelahan. Jika dirasa sudah lelah, maka bersedialah untuk ditolong dan digantikan dengan care giver lainnya. Anda harus ingat, sebagai care giver pun kesehatan harus tetap dijaga. Apalagi ketika mood swing terjadi, pasti emosi akan terasa campur aduk, ketika ada yang menawarkan untuk menolong terima saja.
5. Buat rumah jadi tempat paling aman dan menyenangkan
Tips kelima ini akan membuat penghuni rumah semakin bahagia hidupnya. Dengan keadaan rumah yang aman dan menyenangkan, pengidap dan care giver pun akan merasa nyaman. Pengidap MS yang memiliki intoleran tidak kuat terhadap suhu yang tinggi alias panas, maka baiknya sediakanlah pendingin ruangan, agar suhu lebih bersahabat bagi pengidap MS. Dengan begitu, pengidap MS dan care giver bisa lebih bahagia.
(Ade Indra Kusuma)