JIKA ditanya dari mana bunga tulip berasal, jawabannya hampir pasti orang menyebut Belanda. Ya, selama ini Belanda memang terkenal dengan negeri tulip.
Di negeri yang juga berjuluk Kincir Angin itu terdapat banyak taman dengan pemandangan indah yang sangat khas. Pemandangan itu sangat mencirikan kekhasan Belanda, yakni bunga tulipnya. Saat ini orang dapat menikmati bunga berbentuk bohlam itu di kebun bunga yang luas dengan warna-warnanya yang segar.
Setiap tahun orang bisa memanjakan mata dengan melihat lebih dari tujuh juta bunga tulip di Keukenhof. Holland terkenal sebagai eksportir bunga terbesar di dunia. Nah, jika Anda memiliki kesempatan dan suka bersepeda, don’t miss it! kayuh sepeda dan lewati kebun tulip di wilayah Westland dan Aalsmeer. Anda akan menemukan kedamaian dan ketenangan saat memandang tulip di sekitarnya.
Jika banyak orang kini bisa menikmati keindahan tulip di Belanda, namun, tahukah Anda darimana bunga itu sebenarnya berasal? Seperti dilansir dari laman Mvslim, asal-usul tulip sebetulnya dari Kekaisaran Ottoman. Lantas bagaimana kisah tulip bisa sampai ke Eropa khususnya Belanda?
Bung tulip pertama kali ditemukan tumbuh di area pegunungan Pamir, Kazakhstan. Kemudian bunga itu memikat Kerajaan Ottoman Turki. Lalu pada 1080 mereka mulai membudidayakannya.
(Baca Juga: Prestasi Miss Indonesia di Ajang Miss World Selama 5 Tahun Terakhir)
Tulip pun kian populer dan diimpor ke Belanda pada abad ke-16 oleh Oghier Ghislain dari Busbecq, seorang duta besar Konstantinopel pada masa Kekaisaran Ferdinand I. Busbecq takjub menemukan hibrida yang sangat cantik tumbuh di istana kerajaan di Istanbul.
Kemudian ia memberikan bunga tulip kepada ahli botani asal Belanda, Carolus Clusius. Lalu tulip ditaman di kebun raya Leiden hingga tumbuh subur dan meluas ke Eropa. Sejak saat itu tulip menjadi populer di Belanda.
(Baca Juga: Ladies, Jangan Lupa Ganti Celana Dalam Usai Berhubungan Seks!)
Ketika Konstantinopel menjadi Istanbul, setelah penaklukan Ottoman, Sultan Mehmet II memerintahkan tulip untuk ditanam di taman dan kebun baru. Sultan sendiri adalah seorang tukang kebun yang ahli. Di waktu luangnya, ia menghabiskan waktu di taman Istana Topkapi.
(Baca Juga: Daftar Raja-Raja di Dunia yang Doyan Berpoligami, Jumlah Selirnya Bikin Melotot!)
Tulips dalam seni Islam adalah bunga puitis dalam kata-kata Rumi. Tulip juga memiliki tempat khusus dalam budaya sufi. Rumi, Sufi Anatolia yang agung, menyebutkan tulip dalam puisinya yang berjudul 'So Reckound Exposed';
Popularitas tulip dalam seni Islam banyak berhubungan dengan bentuk bunga. Kalimat Allah (Tuhan), dalam aksara Arab, الله, mirip bentuk bunga tulip. Huruf Arab yang membentuk kata tulip ("Lale" dalam bahasa Arab) لا له, sama dengan nama yang membentuk nama Allah, menjadikannya bunga yang sangat istimewa dengan status agung dalam seni dan budaya Islam.
Menanam tulip di kebun menjadi budaya di seluruh Kekaisaran Ottoman. Pada masa Dinasti Utsmani perhatian besar terhadap lingkungan, dan tulip menjadi simbol nasional Ottoman.
(Baca Juga: Sudah Usia 40 Tahun Olga Lydia Tetap Cantik dan Awet Muda, Ini Rahasianya!)