SETIAP muslim yang hidup di muka bumi ini meyakini adanya kehidupan dunia akhirat. Tempat kehidupan yang kekal abadi selamanya.
Itulah mengapa manusia yang berakal menjalani ibadah untuk menjalankan perintah agama sekaligus membuat tabungan pahala untuk di akhirat nanti. Sebab, di akhirat semua amalan dan dosa akan ditimbang guna menentukan di mana tempat seseorang di akhirat, surga atau neraka.
Lantas, bagaimana nasib orang gila di akhirat?
Seperti diketahui, secara medis orang gila adalah orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Akal mereka tidak berfungsi dengan baik untuk berpikir dan melakukan berbagai hal. Mereka pun diperbolehkan untuk tidak menjalankan ibadah.
Untuk menjawab pertanyaan di atas, ketahui dulu hadits Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, ia bersabda,
"Catatan amal diangkat dari tiga jenis orang, orang tidur sampai dia bangun, anak kecil sampai dia baligh dan orang gila sampai dia sembuh dari gilanya. (HR. Ahmad).