Baca Juga: Waspadai Gejala Kanker Leukimia pada Anak, Salah Satunya Mudah Terkena Infeksi
Pengobatan pilihan pertama untuk malaria yakni menggunakan artemisinin yang dikombinasi dengan piperaquin. Tapi karena artemisinin dianggap kurang efektif, parasit dalam nyamuk sulit dimatikan.
"Sekarang ada tingkat kegagalan yang mengkhawatirkan," tambahnya.
Prof Dondorp mengatakan, pengobatan tersebut gagal sekira sepertiga dari waktu di Vietnam. Sementara di beberapa bagian daerah di Kamboja tingkat kegagalannya mendekati 60%.
Padahal sekira 212 juta orang terinfeksi malaria setiap tahunnya. Hal ini disebabkan oleh parasit yang disebarkan oleh nyamuk penghisap darah, serta menjadi pembunuh utama anak-anak.
Saatnya benar-benar dibutuhkan partisipasi penduduk dunia untuk melawan risiko malaria. Sewaktu-waktu penyakit ini datang dan bisa menyumbang kematian tertinggi.