Asia Tenggara Terancam Penularan Malaria yang Tak Ada Obatnya?

Dewi Kania, Jurnalis
Selasa 26 September 2017 12:44 WIB
Ilustrasi (Foto: BBC)
Share :

Baca Juga: Waspadai Gejala Kanker Leukimia pada Anak, Salah Satunya Mudah Terkena Infeksi

Pengobatan pilihan pertama untuk malaria yakni menggunakan artemisinin yang dikombinasi dengan piperaquin. Tapi karena artemisinin dianggap kurang efektif, parasit dalam nyamuk sulit dimatikan.

"Sekarang ada tingkat kegagalan yang mengkhawatirkan," tambahnya.

Prof Dondorp mengatakan, pengobatan tersebut gagal sekira sepertiga dari waktu di Vietnam. Sementara di beberapa bagian daerah di Kamboja tingkat kegagalannya mendekati 60%.

Padahal sekira 212 juta orang terinfeksi malaria setiap tahunnya. Hal ini disebabkan oleh parasit yang disebarkan oleh nyamuk penghisap darah, serta menjadi pembunuh utama anak-anak.

Saatnya benar-benar dibutuhkan partisipasi penduduk dunia untuk melawan risiko malaria. Sewaktu-waktu penyakit ini datang dan bisa menyumbang kematian tertinggi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya