ASIA Tenggara terancam dengan penyebaran malaria 'super' belakangan ini. Badan Kesehatan Dunia meminta kepada seluruh penduduk, termasuk Indonesia mencegah penularan penyakit dari gigitan vektor nyamuk ini.
Peneliti dari Mahidol-Oxford Tropical Medicine Unit Bangkok mengumumkan, kawasan Asia Tenggara, tepatnya di beberapa bagian Kamboja, Thailand, Laos dan Vietnam telah terjadi penyebaran nyamuk malaria. Dampaknya tentu bisa mengganggu penduduk karena berbahaya.
"Kami pikir ini adalah ancaman serius. Malaria sangat mengkhawatirkan karena strain-nya sudah menyebar cepat ke bagian Asia Tenggara, yang bermula dari Afrika," ujar Kepala Peneliti Prof Arjen Dondorp, dilansir BBC, Selasa (26/9/2017).
Penduduk Asia Tenggara benar-benar diminta untuk mencegah penularannya. Karena penyakit malaria tidak ada obatnya.
Sementara itu, dalam sebuah surat yang diterbitkan dalam The Lancet Infectious Diseases disebutkan, para peneliti mendeteksi perkembangan mengkhawatirkan seputar pengobatan malaria yang baru muncul. Pada sebagian orang, cara tersebut dapat menimbulkan resistensi.
Baca Juga: Segudang Manfaat Susu Kambing, Penghilang Jerawat hingga Obat Diabetes