ADA 2 destinasi yang membuat para wisatawan mancanegara atau domestik bisa merasakan wisata ala Perancis tersebut saat berada di Korea Selatan.
Negeri Ginseng memiliki dua buah desa yang bernuansa dan bersuasana layaknya Perancis. Nggak percaya? Melansir Visit Korea, Jumat (22/9/2017), ini dia buktinya.
Seorae Village
Desa ini berada di antara Banpo 4-dong dan Bangbaebun-dong, di Sochu-gu, Seoul. Bila hendak mencapai desa ini, maka para wisatawan akan melewati Jembatan Banpo di jalan Sapyeong-ro dan Palace Hotel di sepanjang jalan Saorae-ro dan Anda juga dapat melihat sekumpulan vila mewah.
Desa Seorae sebenarnya ialah bekas lokasi Ecola Francaise de Seoul. Dari namanya saja sudah berbau Prancis, bukan? Francaise de Seoul yang artinya Prancis di Seoul. Masih mau ragukan lagi? Nih, bukti lainnya, jadi Ecola Francaise de Seoul ini merupakan sebuah sekolah Perancis yang khusus dibangun untuk penduduk Perancis yang tinggal di desa tersebut pada 1985.
BACA JUGA:
Ada sekira 1000 orang warga Perancis yang tinggal di Korea Selatan, berdasarkan data statistic 2008 dan setengah dari jumlah tersebut mendiami Desa Seorae. Dengan demikian, desa tersebut secara alami menjadi desa global berkat kehadiran kuat warga Negara Perancis di daerah ini.
Selain itu, desa yang secara geografis berada di dekat Gangnam dan kawasan bisnis serta situs alam berupa Sungai Yangjae dan Taman Sungai Hangang, membuat desa Prancis tersebut semakin jadi daerah yang difavoritkan wisatawan dan menyenangkan bagi semua orang.
Pada pagi hari di desa ini, para wisatawan dapat melihat pemandangan yang berbeda dan suasana layaknya di Prancis. Pasalnya, ada barisan panjang pesepeda di depan toko roti untuk membeli baguette yang baru dipanggang. Bahan-bahan pembuatan roti pun kabarnya langsung diimpor dari Perancis. Selain itu, suasana layaknya berada di Perancis juga bisa dirasakan dari tampilan toko-toko yang nampak arsitekturnya seperti yang ada di Perancis sana. Maka, tidaklah heran jika Desa Seorae dijuluki Little France.
Petite France
Untuk bisa tiba di tempat ini, para wisatawan harus menempuh perjalanan sejauh 10 kilometer terlebih dahulu dari pusat Kota Seoul. Jalan yang ada di tepi danau dari Bendungan Cheongpyeong harus terlebih dahulu ditelusuri yang mengarah ke Pulau Namiseom.
Di daerah tersebut para wisatawan akan melihat jajaran bangunan bercat putih nan eksotis di sisi kiri bukit. Tampilan gaya arsitektur dari luar bangunan terlihat seperti desa-desa yang berada di Pantai Mediterania atau layaknya di daerah pastoral di Piedmont Alps.
Desa ini bernama Petite France, yang merupakan desa budaya Prancis. Petite France berfungsi sebagai desa budaya Prancis dan memfasilitasi pelatihan pemuda (Goseong Youth Training Center). Desa ini memiliki sebanyak 16 bangunan yang bergaya Prancis dan para wisatawan dapat menginap, makan, dan menikmati budaya rumah tangga Perancis.
Untuk bisa semakin merasakan suasana Perancis di Korea Selatan, desa Petite France juga memiliki galeri yang menampilkan patung dan lukisan le coq gaulis yang artinya ayam jantan Galia, simbol nasional Perancis; Orgel House, sebuah kotak musik berusia 200 tahun, toko yang menjual produk herbal dan aromatic, toko souvenir, dan masih banyak tempat lainnya yang bisa membuat Anda merasakan Perancis meski berada di Korea Selatan.