MOMEN hari besar atau liburan sekolah sering dipakai untuk mengunjungi saudara, entah itu kakek, nenek, paman, bibi, atau keluarga lainnya. Saat pertemuan sering kali orang dewasa mengharapkan kecupan sweet dan pelukan hangat dari anak-anak yang mereka rindukan.
Namun, haruskah anak-anak dipaksa melakukannya? Bahkan ketika mereka sedang tak ingin menunjukkan kasih sayang? Untuk menghilangkan perasaan tidak enak, sering kali orangtua mendesak si kecil melakukan kontak fisik itu.
BACA JUGA:
Padahal, batasan kontak fisik harus diajarkan kepada anak-anak sejak dini. Sebuah artikel dari CNN berjudul I Do not Own My Child's Body membahas pertanyaan-pertanyaan seputar fenomena ini.
Katia Hetter yang merupakan penulisnya menegaskan, memaksa anak menyentuh orang-orang ketika mereka tidak ingin, membuat mereka rentan terhadap pelaku seksual, kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang diketahui sebagai anak-anak yang sembrono (dibiarkan melakukan kontak fisik sembarangan).