Satu contoh memadukan makanan dengan minuman yang tepat. Misalnya untuk sajian pasta creammy, minumannya lebih pas jika tersaji minuman soda buah. Atau makanan pedas dengan minuman manis yang dingin. Selebihnya, mungkin bisa dipadankan antara makanan dan jenis makanan yang hendak disantap .
“Kalau makanan dan minuman ini sebenarnya tidak cocok untuk disantap bersama, yang ada nanti after taste nya itu enggak enak. Malah mematikan cita rasa itu sendiri, meskipun misalnya menu makanan itu punya rasa yang enak. Hanya karena ketemu jenis minuman yang tidak sesuai, nanti akan berasa makanannya seolah yang tidak enak. Padahal kan tidak begitu,” imbuhnya.
Untuk penerapan metode food pairing ini sendiri, Dea menyanyangkan bahwa metode ini belum terlalu familiar untuk dilakukan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya.
BACA JUGA:
“Food pairing ini sayangnya belum terlalu familiar di masyarakat kita, karena masyarakat Indonesia masih lebih mempunyai kecenderungan makan itu ya sekedar yang penting kenyang dan enak. Inilah mengapa masyarakat kita harus diedukasi lebih lagi soal food pairing agar sensasi bersantap itu bisa lebih enjoy lagi” tandasnya.
(Dinno Baskoro)