Alergi Susu Jangan Hindari Yoghurt, Gizinya Melimpah!

Dewi Kania, Jurnalis
Selasa 12 September 2017 16:48 WIB
Ilustrasi (Foto: Zeenews)
Share :

PAKAR nutrisi menyebutkan bila yoghurt salah satu makanan fermentasi yang kaya gizi. Selain kandungan khas probiotiknya, yoghurt juga tinggi protein.

Karena itu, Anda disarankan untuk konsumsi yoghurt. Tentu manfaatnya dapat menjaga kesehatan usus, sehingga mencegah risiko gangguan pencernaan.

Dijelaskan Ahli Gizi dari India Dr Nandan Joshi, segelas yoghurt mengandung sumber protein, kalsium dan potasium yang baik. Satu porsi yoghurt juga memiliki phosphorous, potassium, vitamin B12, riboflavin, seng, yodium, dan vitamin B5.

"Yoghurt mengandung bakteri hidup dan aktif, manfaatnya untuk mendukung pencernaan dan meningkatkan kesehatan usus," terang Joshi.

Baca Juga: Harusnya Bayi Debora Bisa Diselamatkan, Rumah Sakit yang Belum Bermitra dengan BPJS Bisa Klaim Tagihan ke BPJS

Tak hanya itu, produk makanan berfermentasi ini juga mengandung tinggi vitamin D. Sehingga, Anda yang mengonsumsi yoghurt dapat mencukupi kebutuhan gizi harian.

Di berbagai penelitian, para ahli juga sedang mengumpulkan bukti tentang manfaat kesehatan dari yoghurt. Ada banyak bukti termasuk membantu menurunkan berat badan, menjaga kesehatan kardiovaskular dan gastrointestinal, sekaligus melawan kanker.

"Meta-analisis terbaru telah menunjukkan bahwa konsumsi yoghurt membantu mengendalikan berat badan, penyakit jantung koroner, diabetes, hipertensi, dan kanker," ungkap Joshi.

Ada efek menguntungkan yang bakal didapatkan seseorang yang mengonsumsinya. Mikrobiota usus tampaknya merupakan faktor penting yang dapat dimodifikasi oleh prebiotik diet.

"Yoghurt juga memiliki probiotik yang membantu menurunkan risiko obesitas," kata Kepala Komunikasi untuk Penelitian dan Inovasi Susu, Danone Fariel Dif.

Baca Juga: Detak Jantung Bisa Beritahu Anda Mengidap Penyakit Apa, Salah Satunya Diebetes

Makan yoghurt juga ramah bagi siapa saja. Termasuk Anda yang punya masalah intoleransi laktosa atau alergi susu sapi.

Fermentasi bakteri hasil yoghurt dalam mengubah laktosa (gula dalam susu) menjadi asam laktat. Karenanya, dapat menurunkan asupan laktosa.

"Bakteri baik yang ada dalam yogurt mengeluarkan enzim yang disebut galactosidase. Ini memungkinkan mereka untuk mencerna sebagian laktosa," tambah Joshi.

Oleh karena itu, seseorang yang mengalami intoleransi laktosa dapat mencerna yogurt dengan lebih baik dibandingkan minum susu segar. Anda tak perlu khawatir, karena manfaat yoghurt lebih banyak, terutama dalam menyehatkan usus. Demikian dilansir Zeenews, Selasa (12/9/2017).

(Vien Dimyati)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya