HATI siapa yang tidak perih mendapati kenyataan anggota keluarga yang masih mungil harus menghadap Yang Maha Kuasa. Tapi yang dirasakan keluarga bayi Debora mungkin sedih bercampur marah, berharap kasusnya segera usai, justru yang didapati malah semakin rumit seolah tak berujung.
Rasa kesal yang bertubi-tubi dirasakan keluarga bayi Debora terlebih saat pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga Cengkareng menggelar konferensi pers yang semakin menyudutkan keluarganya. Adalah Birgaldo Sinaga jubir keluarga bayi Debora yang mengungkapkan kekesalannya lewat acara Live Streaming Redbons Discussions di Okezone, Selasa (12/9/2017).
Baca Juga:
Birgaldo Sinaga mengatakan sebenarnya pihak keluarga tidak mengajukan tuntutan apapun. Tetapi kekecewaan seolah harus terus dirasakan karena perlakuan pihak rumah sakit yang seolah enggan menyelesaikan kasus ini secara baik-baik.
"Bukan kecewa lagi tapi sudah marah. Awalnya bukan untuk cari sensasi tapi respon rumah sakit seperti tidak ada itikad baik. Mereka malah menggelar konferensi pers yang bersifat seolah menggiring opini publik. Mereka mengatakan Debora gizi buruk, jantung lemah dan keluarga keberatan dengan biaya PICU. Padahal ini semua tidak benar," kata Birgaldo.
Lebih lanjut pria ini juga menjelaskan kondisi bayi Debora, ia bahkan turut merinci keterangan dokter di RSU Cengkareng sehari sebelum Debora mengalami sesak napas pada dini hari.
"Sebenarnya anak sehat ada rekam mediknya kok. 1 hari sebelum ke Mitra Keluarga ini Debora di RSU Cengkareng. Dokter yang menanganinya mengatakan tidak ada masalah, tidak ada rekomendasi dokter yang mengatakan ia gizi buruk," lanjut Birgaldo.
Merasa difitnah dengan kejadian yang tidak sebenarnya, Birgaldo semakin geram. "Rumah Sakit tidak mengakui kesalahan dan terkesan melempar kesalahan kepada pasien, ini yang kita tidak terima," tambahnya.
Persoalan semakin pelik kala pihak rumah sakit mengembalikan uang Rp 5 juta yang sebelumnya diminta sebagai jaminan saat Debora mendapat tindakan medis. Keluarga Debora menganggap hal ini seperti penghinaan.
Baca Juga:
"Itu penghinaan buat kami, seolah uang segitu bisa mengobati luka kesedihan kami. Cara yang tidak beradab mengembalikan uang seolah-olah masalah selesai," kata Birgaldo.
Sebenarnya keluarga Debora tidak mengharapkan apapun dari pihak rumah sakit, toh mereka juga sudah ikhlas ditinggal Debora. Tapi keluarga memiliki harapan agar bisa saling berbicara, saling mendengarkan untuk sama-sama saling berbenah agar kejadian serupa tidak akan terulang lagi.
(Ade Indra Kusuma)