Nana Puspita Sari menjalani imunisasi Rubella pada Selasa 29 Agustus lalu. Saat itu, kondisinya tengah tidak vit karena sedikit flu dan demam ringan, ditambah lagi saat itu merupakan masa-masa menjelang menstruasi. Namun lantaran hanya flu biasa korban masih mampu berangkat sekolah. Nahasnya pada hari yang bersamaan, SMP Negeri 3 Kasihan tengah menggelar imunisasi massal Rubella yang merupakan program nasional. Gadis malang itu tak luput dari tindakan imunisasi seperti rekan-rekannya yang lain, meski saat itu ia sudah memberitahukan kepada petugas imunisasi kondisinya tengah tidak vit.
(Baca Juga: Cegah Cacat Kelainan Bawaan Akibat Rubella)
Sepulang sekolah, korban menderita demam tinggi hingga mengalami gejala kelumpuhan di bagian kakinya. Ia sempat berobat ke puskesmas dan dirujuk ke sejumlah rumah sakit. Kondisinya terus memburuk hingga menghembuskan nafas terakhir pada Jumat lalu. Jenazah dimakamkan Sabtu 9 September 2017.
Kronologi ini diamini tetangga korban Walyono. Dia membenarkan tuntutan kejadian yang dialami almarhumah. “Saya turut melayat ke rumah korban dan bertanya pada keluarganya,” ungkap Walyono yang tinggal satu RT dengan korban.
(Baca Juga: Tolak Imunisasi Campak-Rubella, 2 Sekolah Swasta Bekasi Diminta Klarifikasi)