4. Hindari zat yang dapat membahayakan kehamilan
Bila proses ini terganggu oleh adanya zat-zat berbahaya seperti alkohol, rokok, dan narkotika, tentu saja hasilnya tidak akan baik. Karena itulah ahli nutrisi dan perilaku, Stephen J. Schoenthaler, PhD, menyarankan agar calon ayah dan ibu menghindari alkohol, rokok, narkotika, dan kafein.
Selain itu hindari juga zat berbahaya lainnya, seperti merkuri, timbal, dan pestisida yang bisa didapat dari makanan laut, polusi udara, dan bahan makanan lainnya.
5. Mengelus perut dan mengobrol dengan si kecil
Sekitar minggu ke-20 masa kehamilan, berbicara kepada janin mampu menenangkan sistem saraf dan merangsang perkembangan otak janin. Bercakap-cakaplah dengan bayi di dalam kadungan pada saat tertentu. Misalnya di pagi hari dan sore hari.
Bayi dalam kandungan sudah bisa menerima sinyal pembicaraan dari orangtuanya sejak berumur di atas empat bulan karena semua koneksi dari telinga ke otak sudah ada. Semakin sering Anda mengobrol dengannya, semakin besar peluang bayi cerdas ketika lahir.
(Martin Bagya Kertiyasa)