ORANGTUA mana sih yang tidak ingin anaknya tumbuh sehat dan cerdas? Semua orangtua pasti ingin anaknya lahir sempurna dan menjadi anak yang cerdas.
Meskipun semua bisa dilatih setelah anak dewasa, tapi tahukah Anda bahwa potensi bayi cerdas sudah terbentuk sejak masih dalam kandungan?
Orangtua pun memainkan peran penting dalam menentukan kecerdasan dan kepribadian seorang anak. Selain itu, pilihan gaya hidup yang tepat dapat membantu memastikan gen tersebut diprogram di dalam rahim.
Penulis The Better Baby Book, dr. Lana Asprey memperkirakan bahwa hanya 50 persen IQ yang diturukan melalui gen, selebihnya dipengaruhi oleh lingkungan.
Nah, berikut ini tips para calon orangtua melatih kecerdasan bayi sejak dalam kandungan.
1. Mengonsumsi makanan yang bernutrisi lengkap
Mengonsumsi makanan penguat otak tertentu selama kehamilan hingga menyusui dapat meningkatkan IQ, keterampilan, dan daya ingat bayi Anda sampai dewasa. Nutrisi yang harus dikonsumsi agar bayi cerdas antara lain minyak ikan, telur, buah, dan sayuran.
Tapi, pastikan Anda mencukupi kebutuhan asam folat saat hamil. Asam folat adalah salah satu nutrisi yang penting dalam masa awal perkembangan otak bayi.
Dilansir dari Journal of American Medical Association (JAMA), ibu yang mengonsumsi asam folat sejak empat minggu sebelum pembuahan hingga minggu ke delapan kehamilan memiliki risiko yang 40 persen lebih kecil untuk memiliki anak dengan autisme.
Dokter dan bidan biasanya akan memberikan suplemen asam folat sejak awal kehamilan. Nutrisi lainnya yang tidak kalah penting supaya bisa melahirkan bayi cerdas adalah asam lemak omega-3, terutama DHA.
Senyawa ini penting untuk pembentukan sel saraf otak. Anda dapat mendapatkannya dari konsumsi ikan laut, kacang-kacangan, dan telur yang telah diperkaya dengan asam lemak omega-3.
2. Pastikan Anda bebas dari penyakit ini
Infeksi TORCH, yaitu toksoplasma, other (lainnya yaitu sifilis, cacar air, dan parvovirus B19), rubella, sitomegalovirus (CMV), dan herpes adalah infeksi selama kehamilan yang bisa mengakibatkan kelainan bawaan pada bayi, termasuk pada otak.
Pastikan bahwa sang ibu tidak memiliki gangguan fungsi kelenjar tiroid. Ibu dengan hormon tiroid yang rendah memiliki kecenderungan untuk memiliki bayi dengan IQ yang rendah. Agar kelenjar tiroid dapat berfungsi dengan baik, sebaiknya Anda konsumsi yodium sebanyak 220 mikrogram per hari dengan mengonsumsi garam beryodium, yogurt, atau susu.
3. Berolahraga dan aktif bergerak
Sebuah studi yang dilaporkan dalam Journal of American College of Sports Medicine menyatakan anak dari ibu yang berolahraga secara teratur selama kehamilan, memiliki skor jauh lebih tinggi pada tes kecerdasan dan kemampuan bahasa.
Hal ini karena hormon kortisol dalam batas wajar yang diproduksi pada tubuh ibu hamil saat berolahraga merangsang pertumbuhan dan perkembangan otak janin dan organ lainnya.
4. Hindari zat yang dapat membahayakan kehamilan
Bila proses ini terganggu oleh adanya zat-zat berbahaya seperti alkohol, rokok, dan narkotika, tentu saja hasilnya tidak akan baik. Karena itulah ahli nutrisi dan perilaku, Stephen J. Schoenthaler, PhD, menyarankan agar calon ayah dan ibu menghindari alkohol, rokok, narkotika, dan kafein.
Selain itu hindari juga zat berbahaya lainnya, seperti merkuri, timbal, dan pestisida yang bisa didapat dari makanan laut, polusi udara, dan bahan makanan lainnya.
5. Mengelus perut dan mengobrol dengan si kecil
Sekitar minggu ke-20 masa kehamilan, berbicara kepada janin mampu menenangkan sistem saraf dan merangsang perkembangan otak janin. Bercakap-cakaplah dengan bayi di dalam kadungan pada saat tertentu. Misalnya di pagi hari dan sore hari.
Bayi dalam kandungan sudah bisa menerima sinyal pembicaraan dari orangtuanya sejak berumur di atas empat bulan karena semua koneksi dari telinga ke otak sudah ada. Semakin sering Anda mengobrol dengannya, semakin besar peluang bayi cerdas ketika lahir.
(Martin Bagya Kertiyasa)