Dalam sejarah, songket Palembang muncul secara turun-menurun dari abad ke-7 hingga ke-13. Bermula dari kedatangan pedagang Tiongkok membawa benang sutra, sementara pedagang India dan Timur Tengah membawa emas.
Baca Juga: Kreasi Tenun yang Cocok untuk Sambut Ramadan
Atas kreativitas masyarakat saat itu, mereka menjadikan bahan-bahan tersebut sebuah karya. Maka terciptalah pola kain songket Palembang yang ada hingga sekarang.
Songket Palembang kerap digunakan untuk upacara adat dan pesta pernikahan. Pemakaian songket Palambang dikenakan seperti sarung, dan selendang. Songket juga bisa menjadi hiasan kepala. Demikian rangkuman Okezone yang dilansir dari berbagai sumber.
(Vien Dimyati)