Hebatnya, Indonesia menjadi salah satu negara yang dapat memproduksi kain tenun ikat ganda. Sebab, di dunia ini hanya ada tiga negara saja yang dapat memproduksi, yaitu Jepang, India dan Indonesia. Di Indonesia, salah satu daerah yang memproduksi ialah Bali, tepatnya Desa Tenganan.
Baca Juga: Berniat Beli Rumah dengan Fasilitas Bandara? Syaratnya Harus Punya Hobi Ini
Untuk satu lembar kain tenun ikat ganda, seorang penenun harus menghabiskan waktu selama 2 hingga 5 tahun proses pembuatan yang menggunakan alat tenun dan pewarnaan yang manual. Sehingga, tidaklah heran jika para penenun di sebuah desa lebih dihargai daripada masyarakat lainnya, karena tidak semua orang bisa menenun dengan cara ini.
Dalam membuat kain tenun Grinsing contohnya, mula-mula kapas dipintal menjadi benang. Kemudian, setelah menjadi benang, warnai benang dengan pewarna alami dengan cara mencelupkan benang berkali-kali. Motif pada kain tenun ikat ganda gringsing Tenganan, motif sudah mulai dibuat sejak proses pencelupan warna yang menggunakan cara diikat.
Setelah diwarnai dan dikeringkan, baru lah benang-benang ditenun. Dalam proses menenun, benang-benang di susun secara horizontal dan vertikal, Ketika proses menenun, tidak boleh ada kesalahan sedikitpun. Pasalnya, jika ada kesalahan sedikit saja, maka penenunan harus diulang kembali dari awal. Nah, terdengar rumit, bukan? Bayangkan saja, jika penenunan sudah hampir selesai tapi karena keteledoran sedikit akhirnya harus dimulai lagi dari awal. Itu baru yang dinamakan sakit tapi tidak berdarah.