OKEZONE WEEK-END: Punya Nama Sama, Apa Bedanya Tenun Lurik Jawa dengan Baduy?

Vessy Frizona, Jurnalis
Sabtu 09 September 2017 07:00 WIB
Kain Lurik (Foto: Okezone)
Share :

SALAH satu jenis kain tenun yang masuk dalam daftar koleksi kain khas tradisional nusantara adalah tenun lurik. Tenun lurik berbeda dengan tenun ikat. Perbedaannya adalah dari jenis bahan. Sementara pembuatannya sama-sama dipintal.

Tenun lurik memang tak sepopuler tenun ikat dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Tenun lurik punya pangsa pasar tersendiri. Tepatnya di daerah asal tentun ini dibuat. Yaitu di daerah pedalaman Baduy, Banten dan Klaten, dan Jawa Tengah.

Lantas, apa bedanya tenun lurik Baduy dengan Tenun lurik Jawa? Sebelum membahas perbedaan, ketahui dulu bahwa tenun lurik dari kedua daerah ini memiliki keunggulan dan keunikan masing-masing. Keduanya sama-sama kain tradisional Indonesia yang bagus, hasil karya kerajinan wanita lokal.

Baca Juga: Stylish! Kain Lurik Disulap Penuh Gaya Kekinian

Baca Juga: Mengenal Kain Lurik Lewat Ajang Fashion Show

Berdasarkan informasi yang ditelusuri Okezone dari berbagai sumber, lurik Jawa adalah kain dengan motif yang sama dengan namanya, lurik yang artinya garis-garis. Tenun lurik Jawa memiliki motif garis kecil-kecil. Sedangkan lurik Baduy terpola dengan garis-garis lebar.

Lurik Jawa

Lurik Baduy

Berdasarkan fungsi dan kegunaan, lurik Jawa dahulu digunakan oleh masyarakat kelas bawah untuk pakaian sehari-hari. Bagi wanita, kain lurik digunakan untuk kain (bawahan) sedangkan pria untuk atasan. Sedangkan lurik Baduy, dipakai oleh pria suku Baduy untuk acara adat dan aktivitas sehari-hari. Masing-masing kain lurik ini sudah mengalami perkembangan model dan desain.

Baca Juga: Kreatif dengan Kain Lurik, Bohemian Look Hingga Gaya Urban Kekinian

Baca Juga: FOTO: Dengan Kain Lurik, Ayunya Vicky Shu saat Lakukan Prewedding

Adat jawa yang kental dengan filosofi, turut berperan dalam pembuatan motif lurik. Konon katanya motif lurik Jawa ditentukan oleh para tetua, kemudian mereka membuat, dan diwariskan kepada generasi selanjutanya. Oleh sebab itu, meski pada dasarnya lurik Jawa bermotif garis-garis tetapi setiap pola garis dari kain lurik kadang berbeda.

Sementara itu, lurik Baduy yang kerap dipakai masyarakat untuk upacara adat, sangat dijunjung tinggi kedudukannya. Misalnya, kain untuk perempuan yang sudah menikah dan belum menikah terdapat perbedaan. Untuk wanita yang sudah menikah model pakaian terbuka di bagian dada, sedangkan wanita yang belum bagian dadanya tertutup.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya