OKEZONE WEEK-END: Mengandung Mistis Motif Batik Parang Rusak Konon Kabarnya Terinspirasi dari Pantai Selatan Jawa

Devi Setya Lestari, Jurnalis
Sabtu 09 September 2017 19:30 WIB
Batik parang (Foto:Krjogja)
Share :

BAGI masyarakat Jawa, kain batik punya peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat banyak melibatkan batik dalam berbagai aktifitas mulai aktifitas harian hingga upacara sakral.

Di balik liukan cantik motif batik, ada arti dan makna yang terkandung. Karena arti dan makna inilah batik dengan motif tertentu tidak bisa sembarangan dipakai, terlebih saat upacara adat yang dilakukan turun-temurun.

Salah satu motif batik Jawa yang cukup populer adalah motif parang rusak. Motif ini berbentuk mirip jajaran hurus 'S' yang berbaris diagonal dengan sudut kemiringan 45 derajat. Karena motifnya yang sederhana ini banyak orang dengan mudah mendapatkan batik parang rusak dengan harga yang tidak terlalu tinggi. Kendati demikian batik parang rusak menyimpan filosofi yang mendalam.

BACA JUGA:

Setelah Tren Alis Bergelombang, Kini Muncul Foil Eyebrow yang Lagi Jadi Viral

Kulit Gatal hingga Terasa seperti Terbakar, Ciri-Ciri Kulit yang Alergi terhadap Produk Kecantikan

Dilansir dari berbagai sumber, batik parang rusak sebenarnya memiliki asal-usul yang masih menjadi perdebatan. Beberapa masyarakat percaya motif ini muncul di masa Raden Panji, seorang pahlawan dari Kerajaan Kendiri dan Jenggala di Jawa Timur pada abad ke 11. Namun beberapa orang beranggapan motif ini adalah karya Sultan Agung dari Mataram pada 1613-1645. Sultan Agung konon mendapat inspirasi saat meditasinya di Pantai Selatan Jawa, Ia mendapat ilham dari fenomena berupa gelombang besar yang memecah karang hingga rusak.

Sama seperti motif batik lannya, batik parang rusak juga memiliki nilai filosofi yang artinya pantang menyerah seperti ombak laut yang tak pernah berhenti bergerak. Sementara susunan motif batik ini menggambarkan jalinan yang terus tersambung, simbol akan sesuatu yang tak putus baik dalam arti upaya memperbaiki diri, upaya memperjuangkan kesejahteraan, maupun bentuk pertalian keluarga.

Makna yang dalam ini menjadikan batik parang rusak kerap jadi hadiah dari generasi tua ke generasi muda para bangsawan. Motif batik parang rusak menjadi simbol dari orang tua agar sang anak melanjutkan perjuangan yang telah dirintis leluhurnya.

BACA JUGA:

PARAH! Niat Lakukan Tindik, Wanita Ini Malah Nyaris Kehilangan Daun Telinganya

Zayn Malik Pamer Kepala Botak, Netizen Heran: "Mengapa Dia Lakukan Ini?!"

Membahas hal unik terkait batik parang rusak seolah tak ada habisnya. Motif batik ini juga dianggap memiliki sisi mistis juga. Meski tak kasat mata, sisi mistis dari batik ini dipercaya oleh masyarakat luas.

Motif batik ini dilarang keras dipakai oleh pasangan pengantin, keluarga mempelai hingga kerabat yang hadir. Jika batik ini dipakai saat perayaan pernikahan maka akan berdampingan buruk pada kehidupan pasangan yang akan menikah. Percekcokan akan kerap hadir memenuhi bahtera rumah tangga pasangan pengantin ini.

Ada banyak kemungkinan yang dipercaya masyarakat, benar atau tidaknya hal ini masih menjadi misteri. Tapi konon kabarnya motif batik ini dahulu dikeramatkan dan hanya dipakai oleh kalangan tertentu saja dan ke acara tertentu yang bukan acara pernikahan.

(Santi Andriani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya