DULU orang mengenal kain batik hanya berasal dari Jawa Tengah. Ternyata kini tidak, ada banyak jenis kain batik dari Tanah Betawi yang mengedepankan budaya khas Kota Jakarta dulu kala.
Kecantikan ragam kain batik kini juga diminati oleh pasar mancanegara. Desainer dan para pengrajin batik bekerja sama mengenalkan kain tradisional asli Indonesia ini di kancah internasional lewat ajang fesyen bergengsi.
Lily Mariasari lewat brand ELEMWE membawa kain batik yang dibuat menjadi outfit cantik dan berbeda di ajang International Fashion and Art Week 2017 pada 15-17 September di Queens New York, Amerika Serikat. Ya, kali ini batik Betawi dibawa ke Negeri Paman Sam dengan motif kain yang menarik.
BACA JUGA:
Lily sangat percaya diri membawa kain batik khas Betawi, karena keunikan motifnya yang memiliki nilai jual tinggi. Dia yakin hasil kreasi item fesyen berupa pakaian muslim dengan model menarik dilirik oleh penduduk dunia.
"Batik Betawi cukup menarik buat orang-orang di mancanegara. Saya akan bawa 10 outfit bernuansa summer dengan warna kain yang cerah," ujar Lily saat ditemui di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (6/9/2017).
Kain batik tersebut dibuat menjadi beragam jenis pakaian ready to wear yang elok. Kain yang dibawa juga menunjukkan ragam budaya, flora dan fauna, serta peninggalan bangunan sejarah Batavia.
Ciri khas Batik Betawi yang dibawa ke New York ini bernuansa bunga khas dari Jakarta, seperti flamboyan, kembang teleng, tapak dara. Ada juga landscape bangunan bersejarah di ibukota, mulai dari Pasar Baru, Stasiun Kota Tua, Jembatan Kota Intan, Museum Batavia, dan masih banyak lagi.
Uniknya lagi, beberapa monumen peninggalan yang kini masih utuh seperti Patung Dirgantara Pancoran, Tugu Monas, Patung Selamat Datang di Bundaran HI, hingga Patung Tugu Tani Jakarta juga menjadi motif batik yang unik. Dengan warna-warna khas seperti hijau, oranye, merah, tosca, dan kuning.
"Teknik batik yang digunakan yakni cap dan tulis. Dari kain batik kami, ciri khasnya menceritakan segala rupa dari Kota Jakarta dulu dan sekarang," tambah Lily.
BACA JUGA:
Diungkapkan wanita jebolan ESMOD itu, bule-bule asing tidak menyukai motif batik Betawi dengan Tugu Monas. Padahal, Lily meyakinkan bila motif tersebut merupakan monumen khas Kota Jakarta.
"Agak heran ya, orang di sana tidak suka kalau saya tunjukkan batik dengan motif Tugu Monas. Seleranya mereka malah suka budaya dan bangunan peninggalan sejarah," terangnya.
Adapun batik Betawi favorit penduduk mancanegara yakni bermotif bajaj, Jembatan Kota Intan Jakarta, pedagang kerak telor, bangunan Pasar Baru, Patung Pak Tani, dan lainnya.
Warna-warna yang ditawarkan tergolong sangat kalem dan menarik perhatian banyak orang. Diharapkan dengan cara ini, ragam kain batik asli Indonesia disukai oleh banyak orang, apalagi yang tinggal di Amerika Serikat dan kawasan Eropa.
(Helmi Ade Saputra)