3. Dermatitis kontak
Dermatitis kontak adalah jenis iritasi kulit yang disebabkan oleh alergi terhadap produk tertentu. Anda bisa terjangkit dermatitis kontak dari mana saja, termasuk kondom dan lubrikan, shampo, pelembut pakaian, tisu toilet berpewangi, sabun mandi, atau deterjen pencuci baju.
Selain Miss V gatal, Anda mungkin juga memperhatikan adanya kemerahan, pembengkakan, dan penebalan kulit di area yang terpengaruh dan sekitarnya.
Jika Anda tahu bahwa Anda rentan terhadap iritasi Miss V, gunakan produk perawatan tubuh hypoallergenic. Selain itu, hindari bercukur jika kulit Anda sensitif — dan jangan pernah lakukan vaginal douche. Miss V adalah salah satu organ tubuh yang memiliki program pembersihan diri otomatis, jadi Anda tidak perlu untuk repot-repot membeli sabun kewanitaan berpewangi.
Kita sering berbicara tentang kebersihan pribadi. Hal ini termasuk tidak menggunakan produk kewanitaan apapun yang berpewangi, termasuk menaburkan bedak di Miss V. Semua kebiasaan buruk ini dapat memicu timbulnya masalah, yang saat Anda menggaruknya, malah akan tambah terasa gatal, hingga berujung pada infeksi. Selain itu, perlakuan seperti ini dapat menyebabkan perubahan pH dari Miss V yang membuat Anda lebih rentan terhadap BV.
4. Eksim atau psoriasis
Kedua gangguan kulit genetik ini dapat menyebabkan Miss V gatal yang diikuti dengan belang ruam kemerahan.
Jika Anda didiagnosis dengan salah satu kondisi medis ini, keluhan Miss V gatal dan memerah dapat dikelola menggunakan steroid ringan, seperti hydrocortisone, dan berendam dalam bubur oatmeal untuk meredakan rasa tidak nyaman yang diakibatkan kedua kondisi ini.
Jika Anda tidak merasa membaik setelah satu minggu, tanyakan pada dokter mengenai pilihan pengobatan selanjutnya.
5. Penyakit kelamin
Praktik seks tidak aman dapat menyebabkan penyakit kelamin menular, dan banyak dari penyakit ini membuat Miss V terasa gatal, termasuk klamidia, herpes genital, trikomoniasis, dan gonore. Kutu kemaluan juga dapat muncul pada wanita yang memelihara rambut pubis.
Sensasi gatal pada vagina dapat berkembang menjadi rasa nyeri dan terbakar. Jika Anda mengalami Miss V gatal yang diikuti oleh gejala klasik lain dari penyakit kelamin, seperti nyeri saat buang air kecil, keputihan berbau busuk, dan sakit saat berhubungan seks, segera hubungi dokter Anda untuk mendapatkan rangkaian tes dan uji laboratorium untuk diagnosis penyakit kelamin. Jika terbukti positif, dokter akan meresepkan antibiotik, baik dalam bentuk oral atau suntik, atau obat-obatan antivirus untuk kasus herpes.
6. Menopause
Kapan saja tingkat hormon tubuh Anda naik-turun — seperti saat menstruasi, kehamilan, menggunakan pil KB, atau menopause — besar kemungkinannya Anda akan mengalami gatal pada Miss V.
Kadar estrogen yang menurun saat menopause dapat menyebabkan dinding vagina mengering dan menipis. Penipisan dinding vagina juga merupakan masalah yang umum ditemukan pada ibu menyusui.
Saat menstruasi, produk-produk kewanitaan yang Anda gunakan, seperti pembalut atau panty liner, seringnya mengandung pewangi atau pewarna yang dapat memperparah sensasi tidak nyaman Anda.
Pada kasus Miss V gatal akibat perubahan hormon, dokter biasanya akan meresepkan krim hormon topikal yang dapat Anda oleskan lansung di area yang bermasalah. Namun, Anda juga dapat meminta untuk beralih ke versi pil jika gatal tidak kunjung menghilang.
7. Lichen sclerosus
Lichen sclerosus adalah kondisi langka dan serius yang menyebabkan timbulnya bercak putih di kulit, khususnya di sekitar vulva. Kondisi ini paling mungkin ditemukan pada wanita pascamenopause.
Bercak putih ini bisa datang tiba-tiba, namun para pakar berpendapat bahwa hormon atau sistem imun tubuh yang overakif memiliki peran di balik kondisi ini. Bercak putih akibat lichen sclerosus dapat menjadi luka permanen di sekitar Miss V.
Lichen sclerosis perlu didiagnosis oleh dokter kandungan dan bisa diobati dengan obat resep. Miss V gatal seringnya akan membaik dengan sendirinya. Namun, jika keluhan berlanjut, semakin parah, atau kambuh setelah perawatan pertama, konsultasikan dengan dokter. Dokter dapat melakukan pemeriksaan panggul, juga mungkin mengambil sampel cairan Miss V Anda untuk mencari tahu sumber masalah. Demikian ditulis situs Hellosehat.
Baca Juga:
Waspadai Wanita Rentan Serangan Jantung, Gejalanya Sering Lelah
Menderita Hiperemesis Gravidarum, Kehamilan Anak Ketiga Kate Middleton Berisiko
Bartender Bocorkan Hal Menyebalkan Sering Dilakukan Pelanggan
Uji Nyali di Jembatan Terpanjang di Dunia, Berani Coba?
(Tuty Ocktaviany)