7 Penyebab Organ Intim Wanita Sering Gatal, Eksim Salah Satunya

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis
Selasa 05 September 2017 15:07 WIB
Ilustrasi (Foto: Google)
Share :

SAAT Miss V gatal, tentu sangat mengganggu setiap wanita. Lantas, apa sebenarnya penyebab alat kelamin wanita bisa gatal?

Tidak mudah memang untuk menggaruk gatal di bawah sana, yang menjadikannya begitu menyebalkan jika gatal menyerang di keramaian — apalagi saat datang tanpa peringatan apa pun sebelumnya.

Miss V gatal bisa disebabkan oleh sesuatu yang remeh, misalnya produk kewanitaan Anda, dan tidak harus dikhawatirkan berlebihan. Tetapi pada kasus tertentu, Miss V gatal bisa menjadi pertanda dari masalah yang lebih serius — infeksi, misalnya.

Panduan ini akan membantu Anda mengetahui persis apa yang membuat Anda begitu sengsara, berikut apa saja pilihan pengobatannya. Tetapi, akan selalu lebih baik untuk tetap berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan Anda untuk diagnosis dan perawatan yang tepat.

Apa saja penyebab Miss V gatal?

1. ‘Kecelakaan’ saat bercukur

Saat baru selesai bercukur, kulit memang terasa halus dan bersih selama beberapa waktu. Namun, saat rambut pubis akhirnya tumbuh kembali, Anda akan merasa gatal. Alternatifnya, trim ujung rambut saja atau dapatkan bikini wax.

2. Bacterial vaginosis

Bacterial vaginosis (BV) adalah alasan paling umum dari Miss V yang terasa gatal. BV disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat, juga perubahan pH dalam Miss V.

Bacterial vaginosis dapat menyebabkan vagina terasa gatal. Namun, tanda dan gejala BV ini mirip dengan infeksi jamur Miss V. Jika Anda menghubungi dokter dan hanya menjelaskan tentang keluhan vagina gatal, ia akan cenderung merujuk kondisi Anda pada infeksi jamur, trichomoniasis, atau iritasi superfisial.

Yang membedakan keduanya, keputihan akibat BV memiliki tekstur yang lebih cair, berwarna putih susu keabuan atau kuning, dan berbau amis menyengat. Jadi, pastikan Anda mencatat semua tanda dan gejala yang Anda rasakan sedetail mungkin, termasuk karakteristik keputihan Anda, yang dapat membantu banyak dalam menentukan masalah Anda.

Untuk mengobati BV, dokter biasanya meresepkan antibiotik dalam bentuk pil, krim, atau kapsul (disebut ovula) yang Anda masukkan ke dalam vagina Anda. Jika Anda sedang hamil, Anda akan diresepkan antibiotik pil. BV biasanya akan mereda dalam dua sampai tiga hari setelah penggunaan antibiotik, tetapi lama pengobatan berlangsung selama tujuh hari. Jangan hentikan penggunaan obat sebelum jangka waktu resep habis, bahkan jika Anda sudah merasa baikan. Pastikan untuk menaati aturan pakai dan jangka waktu penggunaan dosis.

2. Infeksi jamur

Sekitar tiga dari empat wanita mengalami infeksi jamur Miss V (vaginal candidiasis) dalam hidupnya. Seperti BV, infeksi jamur merupakan hasil dari ketidakseimbangan koloni bakteri dan pH Miss V. Infeksi jamur terjadi saat ragi Miss V, candida, berkembang pesat di luar batas normal dalam Miss V dan vulva. Kehamilan, hubungan seks, antibiotik, dan sistem imun yang melemah dapat membuat wanita lebih rentan mengalami infeksi jamur.

Selain Miss V gatal dan iritasi, infeksi jamur akan membuat vagina memproduksi cairan keputihan yang bertekstur kental bernongkah dan berwarna putih susu.

Infeksi jamur bisa diobati dengan obat non-resep yang ditemukan di apotek, namun para pakar menyarankan Anda untuk mendiskusikan dengan dokter mengenai tanda dan gejala yang Anda derita daripada terburu-buru membeli obat bebas di apotek.

Untuk menghindari infeksi berulang, dokter merekomendasikan untuk menggunakan probiotik yang mengandung bakteri acidophillus dalam konsentrasi tinggi, yang akan membantu menekan pertumbuhan jamur.

Jika Anda sembrono dalam mengobati diri sendiri dan ternyata keluhan Anda bukanlah akibat infeksi jamur, Anda hanya akan menempatkan diri Anda pada masalah yang lebih besar.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya