PERAYAAN hari besar keagamaan biasanya jadi momen istemewa. Pasalnya, dihari yang istimewa ini, hampir semua anggota keluarga berkumpul dan sejenak menjauh dari rutinitas.
Di beberapa daerah di Indonesia, banyak tradisi atau kebiasaan dalam merayakan Hari Raya Idul Adha.
Tradisi tersebut pastinya sudah dilakukan secara turun-temurun. Mulai dari menjemur kasur, menghias dan memandikan hewan kurban pun ada di Tanah Air tercinta ini.
Salah satu tradisi yang masih dipertahankan tersebut ialah tradisi Nganggung. Melansir dari laman resmi Wonderful Pangkal Pinang, Kamis 31 Agustus 2017, Nganggung merupakan tradisi yang dilakukan bersama-sama oleh masyarakat Kota Pangkalpinang.
Baca Juga: 5 Destinasi Terindah bak Negeri Dongeng di Dunia Nyata
Dalam tradisi nganggung, masyarakat khususnya kaum pria membawa makanan lengkap di atas dulang kuningan yang ditutup dengan tudung saji yang tidak boleh asal, sebab harus berwarna merah dan sama satu dengan lainnya. Ketika tradisi nganggung ini dilaksanakan, setiap rumah atau keluarga diharuskan untuk membawa satu dulang yang terbuat dari kuningan tersebut berisi makanan, lauk pauk sesuai dengan status sosial dan kemampuan ekonomi keluarga itu.
Nganggung pun berlangsung dengan menyenangkan. Masyarakat membaur jadi satu menikmati santapan. Santap bersama yang diadakan di Pangkalpinang ini sebenarnya memiliki persamaan dengan ngeliwet yang jadi khas tanah Sunda dan bancakan atau megibung di Bali.