PARA ilmuwan telah mengembangkan sebuah aplikasi yang memungkinkan orang dengan mudah mendeteksi kanker pankreas dan penyakit lainnya. Caranya tidak sulit, hanya dengan melakukan foto selfie.
(Baca Juga: Waspada! Ini Tanda-Tanda Kanker yang Jarang Diketahui)
Salah satu satu gejala awal kanker pankreas adalah penyakit kuning, perubahan warna kuning pada kulit dan mata yang disebabkan oleh penumpukan bilirubin dalam darah, kata periset. Kemampuan untuk mendeteksi tanda-tanda penyakit kuning saat kadar bilirubin dinaikkan secara minimal. Namun, sebelum terlihat oleh mata telanjang, dapat memungkin program skrining yang sama sekali baru untuk individu yang berisiko.
(Baca Juga: Mengerikan! Menderita Dermatillomania, Perempuan Ini Doyan Mengelupasi Kulitnya Sendiri)
Aplikasi BiliScreen yang dikembangkan oleh para periset di University Washington di Amerika Serikat, menggunakan kamera ponsel cerdas, algoritma penglihatan komputer dan alat belajar mesin untuk mendeteksi peningkatan kadar bilirubin pada sklera seseorang atau bagian putih mata. Tim ini mengembangkan sistem penglihatan komputer untuk secara otomatis dan efektif mengisolasi bagian putih mata, di mana ini merupakan alat berharga untuk diagnostik medis.
Aplikasi tersebut kemudian menghitung informasi warna dari sklera, berdasarkan pada panjang gelombang cahaya yang tercermin dan diserap, kemudian menghubungkannya dengan tingkat bilirubin dengan menggunakan mesin algoritma. Untuk memperhitungkan kondisi pencahayaan yang berbeda, tim menguji BiliScreen dengan 2 aksesori yang berbeda, yakni gelas kertas dicetak dengan kotak berwarna untuk membantu mengkalibrasi warna dan kotak cetak 3 dimensi yang menghalangi pencahayaan sekitar.
"Kanker pankreas adalah penyakit yang mengerikan tanpa skrining yang efektif saat ini. Tujuan kami adalah untuk mendeteksi kanker pankreas pada banyak orang, sehingga tepat waktu dan mereka dapat menjalani operasi yang memberi kesempatan bertahan lebih baik," jelas profesor Jim Taylor dari University of Washington yang dikutip Indianexpress, Rabu (30/8/2017).
(Baca Juga: Mengerikan! Main Handphone Sembari BAB Berbahaya, Bisa Tularkan Penyakit Infeksi)
Dalam sebuah studi klinis awal terhadap 70 orang, aplikasi BiliScreen digunakan bersamaan dengan kotak 3D yang mengendalikan paparan mata terhadap kasus kekhawatiran yang teridentifikasi dengan benar 89,7 persen dari waktu ke waktu, lebih baik dibandingkan dengan tes darah yang saat ini digunakan.