Terlebih lagi, Wi-Fi biasanya hanya menggunakan kekuatan 0,1 persen dari waktu ketika mengirimkan. Sedangkan bila Anda menggunakan ponsel untuk menelepon, kekuatan untuk menyampaikan informasi bisa seratus kali lebih kuat selama Anda menelepon. Tapi yang harus diwaspadai adalah apabila Anda menggunakan ponsel untuk streaming video atau apapun dalam waktu lama.
Badan kesehatan dunia (WHO) dan badan kesehatan kanker menyatakan ponsel kemungkinan mengandung karsinogen bila digunakan terlalu sering atau terlalu lama. Tapi hingga saat ini kejelasan akan kemungkinan ini belum bisa dipastikan.
(Baca Juga: Sariawan Tidak Kunjung Sembuh, Normal atau Gejala Kanker Mulut?)
Sebuah penelitian lain di tahun 2016 mengatakan adanya hubungan tingkat tinggi antara paparan sinyal Wi-Fi dengan penggunaan ponsel yang bisa menyebabkan perubahan hormonal dan stres oksidatif sehingga berpeluang mengakibatkan kanker atau penyakit otak. Ada pula kekhawatiran tentang bagaimana radiasi gelombang radio bisa membahayakan anak-anak.
Tapi beberapa ahli kurang percaya dengan hasil penelitian ini dan menganggap penggunaan Wi-Fi tidak berbahaya. “Ada beberapa spekulasi bahwa Wi-Fi dan smart meter bisa menyebabkan kanker. Tapi, gelombang radio yang diproduksi oleh keduanya sangat rendah. Jauh lebih rendah daripada energi yang dilepas oleh ponsel. Selain itu, penggunaan Wi-Fi dan smart meter sesuai dengan pedoman internasional sehingga tidak menimbulkan risiko kesehatan,” tutur perwakilan dari Cancer Research UK seperti yang dikutip dari Express, Jumat (25/8/2017).
(Helmi Ade Saputra)