MENJADI salah satu penyebab kematian utama pada manusia, semakin hari semakin banyak orang yang waspada terhadap kanker. Berbagai cara dilakukan untuk melindungi tubuh agar tidak terkena penyakit mematikan itu. Salah satunya menghindari hal-hal yang meningkatkan risiko kanker.
Banyak asumsi di masyarakat bahwa penggunaan ponsel berlebihan bisa menyebabkan kanker karena pancaran sinar radiasi. Seiring berkembangnya teknologi, muncul anggapan lain yang menyatakan sinyal Wi-Fi bisa meningkatkan risiko kanker karena bekerja dengan radiasi frekuensi radio buatan manusia. Cara kerjanya hampir mirip dengan sinyal Bluetooth, gelombang mikro, dan televisi.
Beberapa orang khawatir penggunaan sinyal Wi-Fi bisa merusak kesehatan jangka panjang, salah satunya menyebabkan kanker. Untuk itu, beberapa penelitian mulai menganalisis hubungan antara penggunaan Wi-Fi dengan risiko kesehatan. Sebagai contoh, di tahun 2013 ada penelitian yang dipublikasikan di jurnal Radiation Safety Journal yang menyatakan teknologi WI-Fi tidak menimbulkan risiko terhadap kesehatan.
Hal itu dikarenakan paparan radiasi dari Wi-Fi menggunakan energi spektrum elektromagnetik yang tergolong rendah. Menurut American Cancer Society, paparan radiasi itu memang memiliki cukup energi untuk memindahkan atom dalam molekul tertentu, tapi tidak cukup untuk mengion. Berbeda dengan penggunaan sinar X yang energi radiasinya cukup tinggi sehingga berkaitan dengan peningkatan risiko kanker.
(Baca Juga: Identik dengan Ritual Mistis, Ternyata Mandi Kembang Punya 6 Manfaat Ini Lho)