OKEZONE WEEK-END: Mitos Kopi Jadi Sesaji, Budayawan: Warisan Budaya Ini Percaya Leluhur Akan Berkunjung pada Malam Jumat

Annisa Aprilia, Jurnalis
Sabtu 26 Agustus 2017 10:15 WIB
Sesajen
Share :

“Jadi, saat mengunjungi rumah itu arwah leluhur dapat merasakan dirinya masih diingat dan dihormati oleh anak cucunya, dari penyambutan yang dilakukan dengan sajen tersebut,” ucapnya.

Sajen biasanya disajikan hanya semalaman saja, tepatnya ketika masuk Kamis malam Jumat dan pada acara semacam kenduri. Para orang tua mulai menyiapkan sajen selepas adzan magrib. Sajen biasanya berisi kopi hitam hangat, kembang tujuh rupa, makanan yang berunsur beras, seperti kue apem, lontong, ketupat, dan tidak lupa juga memasukkan unsur kelapa di dalamnya.

Tradisi mempersembahkan sajen ini telah diturunkan oleh para orang tua sejak zaman kuno hingga pada tahun 70an akhir, para penerus sudah mulai melunturkan kebiasaan dari tradisi yang tadinya dilakukan oleh para orang tua mereka. Hal tersebut pula yang diceritakan oleh Agus Sunyoto dalam wawancara yang dilakukan.


“Kalau sampai tahun 70an itu masih dilakukan mempersembahkan sajen setiap Kamis, malam Jumat oleh para orang tua. Tapi, sekarang sudah jarang dilakukan, kecuali ketika ada acara-acara tertentu seperti kenduri, selametan, atau hajatan dan pesta-pesta tradisional lainnya seperti khitanan, barulah masyarakat menyajikan sajen itu termasuk kopi, untuk roh para leluhurnya yang diyakini kembali mengunjungi rumah,” tambahnya.

(Ade Indra Kusuma)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya