"Sebenarnya kalau ditanya apa titik atau momen spesial yang buat saya jatuh cinta dengan kopi, tidak ada sih. Ini awalnya malah dari nenek saya, karena saat saya remaja sekitar pas sekolah di sekolah menengah pertama atau awal sekolah menengah atas gitu, nenek tuh suka nyuruh beli kopi di sebuah toko kopi di Tanah Abang. Karena nenek inilah yang peminum pecinta kopi, beliau pasti minum kopi tiga kali dalam sehari setiap usai santap besar," papar Irvan kala dihubungi Okezone melalui sambungan telefon, baru-baru ini.
Lebih lanjut Irvan menyebutkan, dari rutinitas dirinya saat remaja tersebut lah yang membuat pengetahuannya akan dunia kopi menjadi terbuka lebar.
"Saat ke toko kopi itulah, saya baru sadar dan tahu oh begini loh kopi. Karena saat di sana kan jadi lihat proses roasting, lalu suka ditanya kopinya campur atau enggak, mau kopi Toraja atau kopi daerah manalagi. Awalnya hanya tahu kopi itu kopi bungkusan sachet," tambahnya.
Sampai akhirnya, pada sekitar era 2000-2005'an, Irvan baru menjadi penikmat dan penggiat kopi. Ia yang kala itu kerap harus menyelesaikan tugas kuliahnya saat malam hari, merasa sangat butuh asupan minuman kopi.
"Mulai nyari-nyari kopi itu pas kuliah, sekitar 2000-2005'an karena butuh buat bikin konsentrasi pas bikin tugas programming. Lalu akhirnya sampai ketemu partner yang sekarang, Agam dan terfikir untuk kenapa enggak kita jual kopi Indonesia. Saat itu kan masih jarang lah yang ngembangin kopi Indonesia," imbuhnya.