Meski telah banyak yang ingin membelinya, Brattfors merasa belum ada orang yang tepat sesuai dengan persyaratan yang dia ajukan. Bahkan, agen yang membantunya menjual properti mengaku telah lelah mengikuti kemauannya.
"Tidak banyak orang yang memenuhi persyaratan saya. Agen real estate telah sedikit lelah dengan saya. Saya telah mengatakan tidak pada sekolah terbang, klub terbang, dan hal-hal semacamnya," ujar Brattfors.
Ia ingin penghuninya kelak bisa memanfaatkannya sebagai hunian dan properti pribadi untuk menyalurkan hobi terbangnya.
"Saya harap ini berlanjut pada seseorang yang ingin tinggal di sana, terbang sedikit, itu skenario impian saya. Mungkin sebuah keluarga akan membangun diri mereka sendiri dan berteman dengan tetangga," pungkas Brattfors.
(Vien Dimyati)