Brattfors mengaku keputusannya untuk menjual properti tersebut didasari oleh usianya yang semakin bertambah.
"Saya tidak membangunnya menjadi bandara, saya membangunnya untuk saya dan anak saya untuk memulainya. Saya lebih tua sekarang, jadi saya pikir sudah waktunya untuk memindahkannya," ujar Brattfors.
Bandara yang diberi nama sebagai Bandara Kattleberg dijual seharga 1,98 juta poundsterling atau senilai Rp33,9 miliar. Brattfors yang selama ini mengelola properti tersebut untuk disewakan sebagai akomodasi bed and breakfast, memiliki syarat yang ketat untuk orang yang ingin membelinya.
"Menemukan seseorang untuk membelinya tidak sulit. Tapi saya ingin barang itu dibeli oleh seseorang yang akan melanjutkan warisannya. Saya tidak ingin hal itu dihancurkan dan sesuatu yang lain dibangun di atasnya. Ini adalah tempat yang fantastis," jelas Brattfors.