Kedua, adalah proporsi wajah horizontal, yakni bagian atas (paling atas dahi ke area wajah antara alis kanan dan kiri), bagian tengah (area wajah antara alis kanan dan kiri ke pangkal hidung), dan bagian bawah wajah (pangkal hidung ke bagian paling bawah dagu) masing-masing harus memiliki proporsional, yaitu 1/3 wajah.
Ketiga, simetri wajah, artinya sisi wajah bagian kanan harus sama simetris dengan bagian yang kiri. Jika digambarkan, penampakan wajah proporsional menurut matematis ini akan memiliki bentuk mata bulat, hidung yang mancung, serta bibir yang tipis.
Kendati demikian, menurut dr Adri wajah yang simetris bagian kiri dan kanannya belum tentu bisa dikatakan cantik dari yang bentuk wajahnya asimetris.
"Saya ambil contoh misalnya Marilyn Monroe dan Kristen Stewart kalau kita bagi dua wajahnya, akan ada sisi yang cembung dan cekung. Nah, kalau sisi yang cembung disatukan atau sisi yang cekung disatukan, hasilnya belum tentu cantik," tambah dr Adri.
Meski ada perhitungan secara matematika, namun bagi orang awam yang ingin menentukan bagian wajah mana yang proporsional, bisa menggunakan insting yang digerakkan melalui otak.
"Sebagian dari kita sebenarnya sudah menggunakan insting visual dari otak. Misalnya, saat lagi selfie, ada orang yang ambil dari sisi kiri, sementara sisi kanannya disembunyikan. Nah, sisi yang kanan itulah yang dianggap tidak proporsional," jelas dokter spesialis yang melakukan praktik di Surabaya, Jawa Timur ini.