(Baca Juga: CATAT! Anak dengan Kondisi seperti Ini Harus Tunda Imunisasi MR)
Hal ini didapatkan setelah peneliti dari Univeristas Umum Navarre di Pamplona Spanyol yang dipimpin oleh Profesor Mikel Izquierdo menganalisis 40 perempuan yang terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok dengan tingkat resistensi insulin tinggi dan rendah. Kedua kelompok menjalani program HIIT selama 10 minggu.
Para peneliti mendapatkan hasil di mana lebih dari sebagian besar perempuan yang berisiko terkena diabetes tipe 2 memperbaiki kesehatan jantung, menurunkan kadar glukosa, dan mendapatkan kadar insulin normal setelah menjalani program latihan. Sedangkan perempuan yang kadar insulinnya rendah mengalami penurunan berat badan karena lemak dalam tubuh berkurang setelah melakukan metode HIIT. Dari hasil ini bisa ditarik kesimpulan olahraga HIIT membantu seseorang menurunkan kadar gula darah karena otot yang bekerja menggunakan lebih banyak glukosa.
(Baca Juga: Susah Bedakan Bau Bensin dan Permen? Awas, Indikasi Awal Kepikunan)
Lalu ada studi lain yang dilakukan oleh peneliti dari Kopenhagen Rigshospitale yang mendukung hasil penelitian ini. Peneliti menganalisis 100 orang pasien yang sudah menderita diabetes tipe 2 kurang dari 10 tahun tanpa komplikasi. Pasien dibagi menjadi dua kelompok di mana satu kelompok mengikuti rencana perawatan standar untuk diabetes dan kelompok lainnya diberi rejim gaya hidup yang lebih intens.