(Baca Juga: Duh! 1.000 KIS Salah Sasaran, Ada PNS dan Guru yang Menerima)
Atas prestasi dan pengalaman yang tak terbayar ini, pemerintah memberinya peluang untuk menguatkan dan menambah pengetahuan dalam bidang kedokteran di STOVIA, Belanda. Di tahun 1919, Sutomo lulus dan kembali lagi ke tanah air.
Tak hanya dalam bidang kesehatan, dr Sutomo aktif pula dalam bidang kewartawanan maupun politik. Pada usia 50 tahun, ia meninggal di Surabaya, tanah kelahirannya. Kini, jasa dr Sutomo dikenang dan kebaikannya mampu menginspirasi masyarakat maupun para tenaga medis. Demikian yang Okezone rangkum dari berbagai sumber, Jumat (18/8/2017).
(Helmi Ade Saputra)