SUDAHKAH anak Indonesia sehat secara keseluruhan? Pertanyaan tersebut sepertinya sangat sulit dijawab. Pasalnya, pemerataan kesehatan di Indonesia sendiri sepertinya masih belum bisa berjalan dengan adil. Masih banyak anak di wilayah terpencil yang masih belum terjangkau fasilitas kesehatan yang layak.
Jika mengacu pada data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) menyebutkan, persentase stunting (gizi buruk, Red) di enam kabupaten itu lebih dari 40 persen. Kabupaten tersebut meliputi Probolinggo mencapai 49,43 persen atau sekitar 4.657 anak. Lamongan terdapat 4.403 anak atau sekitar 48,87 persen.
(Baca Juga: HARI MERDEKA: Mau Ikut Lomba Tarik Tambang? Perhatikan Risiko Kesehatan Ini Dahulu Ya!)
Kemudian, bila melihat data secara nasional, persebaran gizi buruk yang banyak ditangani di Jawa Barat antara lain di Kabupaten Cianjur, Cirebon, Bandung, Tasikmalaya, Sukabumi, Subang, Bogor, dan Garut. Tapi, jika bicara angka kasus stunting anak tertinggi di Indonesia dipegang Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan angka persentase 70,43 persen atau sekitar 3.877 anak.
Data tersebut bukan hal yang patut dibanggakan. Malah, harusnya menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Semakin banyak anak dengan stunting, maka itu menandakan belum tercapainya kesejahteraan dan kesehatan anak yang baik di negeri tercinta ini.
(Baca Juga: HARI MERDEKA: Seru! Pasien Gangguan Kejiwaan Ikuti Lomba Agustusan)