HARI MERDEKA: Gua Jepang, Labirin Pertahanan Jepang yang Memakan Ribuan Nyawa Rakyat Indonesia

Annisa Aprilia, Jurnalis
Kamis 17 Agustus 2017 09:48 WIB
Gua Jepang di Dago Bandung (Foto: Flickr)
Share :

MASA penjajahan Bangsa Jepang memang cukup sebentar yaitu hanya 3,5 tahun. Namun, dalam kurun waktu yang singkat itu, Jepang berhasil membuat luka yang cukup dalam bagi rakyat Indonesia.

Sewaktu pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia, Jepang di bawah pimpinan Jenderal Imammura mendarat pada Februari 1942 di tiga tempat di Pulau Jawa, yaitu Banten, Eretan + Wetan, dan Kragan, Jawa Tengah.

(Baca Juga: HARI MERDEKA: Mau Ikut Lomba Tarik Tambang? Perhatikan Risiko Kesehatan Ini Dahulu Ya!)

Saat Jepang datang ke Indonesia, terjadi pembumi hangusan obyek-obyek penting oleh Belanda agar Jepang tidak dapat menggunakannya lagi, seperti kilang-kilang minyak, perkebunan, dan pabrik-pabrik dibakar. Akhirnya, pada 8 Maret 1942 melalui Perjanjian Kalijati Belanda pun menyerah tanpa syarat pada Jepang, yang artinya Jepang mulai berkuasa terhadap Indonesia yang saat itu bernama Hindia Belanda.

(Baca Juga: HARI MERDEKA: Seru! Pasien Gangguan Kejiwaan Ikuti Lomba Agustusan)

Semasa penjajahan Jepang tersebut, rakyat Indonesia bukannya semakin membaik tapi justru semakin tersiksa dan menderita. Terdapat satu obyek yang sekarang jadi destinasi wisata, padahal dahulu obyek tersebut saksi bisu dari penderitaan rakyat bahkan tidak terhitung nyawa telah dikorbankan.

Ya, Gua Jepang, terletak di Taman Hutan Ir. Juanda, Dago Atas, Bandung, gua tersebut dibangun tiga tahun sebelum kemerdekaan Indonesia. Berdiri di tengah-tengah lebatnya hutan, Gua Jepang yang diresmikan pada 23 Agustus 1965 oleh Brigjen (Purn.) Mashudi, Gubernur Jawa Barat pada kala itu, merupakan bangunan yang menyerupai gua dengan bentuk labirin, gelap tanpa penerangan sedikitpun.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya