Hanya 33 % menggunakan 'perawatan' seperti homeopati yang bertahan 5 tahun ke depan, dibandingkan dengan 79 % yang menerima pengobatan seperti kemoterapi. Temuan ini dipublikasikan di Journal of National Cancer Institute.
Sementara itu, studi tersebut juga mengungkapkan bahwa pasien yang memilih obat-obatan alternatif pada umumnya lebih nyaman secara finansial. Menurut Dr Johnson, herbal dan makanan khusus tidak terdengar mahal, tapi bila hal ini disampaikan melalui pusat kesehatan herbal, pasien juga akan tetap merogoh kocek dalam untuk pengobatan tersebut.
Dia melanjutkan, Ini adalah industri bernilai miliaran dolar. "Orang-orang membayar lebih banyak uang untuk pengobatan alternatif daripada perawatan standar, padahal dampaknya malah membahayakan si pasien sendiri," tegasnya.
(Helmi Ade Saputra)