HARI MERDEKA: Melihat Saksi Penculikan Soekarno-Hatta di Rengasdengklok

Tiara Putri, Jurnalis
Rabu 16 Agustus 2017 07:15 WIB
Rumah Rengasdengklok (foto: Okezone)
Share :

SESAAT sebelum Indonesia meraih kemerdekaannya, terjadi perundingan yang cukup panas antara golongan tua dan golongan muda.

Golongan tua yang diwakilkan oleh Soekarno dan Hatta menolak segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia karena belum ada kejelasan tentang kekalahan Jepang kepada Sekutu. Sementara di lain pihak golongan muda sudah mendesak agar kemerdekaan Indonesia segera diumumkan.

(Baca Juga: Sederet Mercusuar Tua yang Harus Dikunjungi Sekali Seumur Hidup)

Perundingan yang tak kunjung usai itu akhirnya membawa keputusan untuk mengasingkan Soekarno dan Hatta. Golongan muda sepakat agar Soekarno dan Hatta di bawa ke Rengasdengklok, sebuah kecamatan di Karawang yang letaknya terpencil dan jauh dari pengawasan tentara Jepang.

Di sana Soekarno dan Hatta dibawa ke sebuah rumah milik orang Tionghoa, Djiaw Kie Song. Bisa dikatakan rumah ini adalah saksi bisu sejarah kemerdekaan Indonesia.

Dulunya rumah ini terletak di sebelah Sungai Citarum. Namun karena terjadi abrasi sungai, di tahun 1957 letak rumah harus dipindah kurang lebih 150 meter dari tempat aslinya. Rumah yang sempat ditinggali beberapa jam oleh Soekarno dan Hatta itu kini diurus oleh cucu Djiaw Kie Song, Djiaw Kim Moy. Tidak banyak yang berubah dari rumah itu.

(Baca Juga: Hore! KAI Gratiskan Tiket Kereta di Hari Kemerdekaan RI Ke-72)

Menurut cerita Djiaw Kim Moy, beberapa bangunan rumah masih ada yang asli seperti ruang tamu, lantai, serta bentuk kamar yang ditempati Soekarno dan Hatta. Sementara barang-barang yang dulu pernah digunakan seperti ranjang tidur dari kayu jati, cangkir, teko, dan kursi telah dipindahkan ke Museum Mandala Wangsit di Bandung agar mendapatkan perawatan yang lebih baik. Keluarga Djiaw Kim Moy hanya mendapatkan piagam penghargaan saja.

(foto: BBC)

Selain bentuk kamar tidur dan ruang tamu yang masih asli, di rumah ini juga terpajang beberapa foto diri Soekarno, Djiaw Kie Song, dan beberapa tokoh penting yang pernah datang berkunjung. Bangunan rumah juga hanya dituliskan "cagar budaya". Tidak ada informasi lebih detail tentang rumah tersebut, terutama saat kejadian pengasingan Soekarno dan Hatta.

Kurangnya perhatian dari pemerintah membuat rumah ini seolah terlupakan. Walaupun tidak jarang ada wisatawan yang datang berkunjung untuk napas tilas. Biaasanya rumah ini baru ramai dikunjungi menjelang Hari Kemerdekaan.

Melihat masih adanya minat wisatawan untuk melihat rumah yang menjadi saksi bisu penculikan itu, alangkah baiknya jika rumah ini mendapatkan perhatian lebih. Mungkin diisi dengan informasi yang lebih banyak agar wisatawan yang datang bisa semakin bertambah wawasannya mengenai peristiwa penculikan di Rengasdengklok.

(Baca Juga: Tak Hanya Kereta, Naik KRL di Hari Kemerdekaan RI Juga Gratis!!!)

Nah, wisata lain di Rengasdengklok adalah Monumen Kebulatan Tekad atau biasa disebut Tugu Proklamasi Rengasdengklok. Ada cerita di balik monumen tersebut, yakni ada sebuah peristiwa tentang kebulatan tekad dan keepakatan dari para tokoh Indonesia untuk memproklamasikan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Monumen Kebulatan Tekad memiliki luas sekira 1.500 meter persegi. Dahulu, menumen ini bekas markas PETA yang ada di Kampung Bojong Tugu, Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.

Bentuknya pun unik karena menyerupai segitiga. Sudut di bagian timur merupakan pintu masuk ke area monumen. Sedangkan bagian depan jalan masuk jalan raya dari Karawang yang membentuk percabangan yang unik.

(Baca Juga: Wadaw! di Skotlandia Ada Rumah "Goyang" Terbesar di Dunia)

Kemudian, salah satu dari ruas jalan tersebut berada di utara area monumen agak menyerong. Ruas jalan lainnya berada pada persimpangan.

Lingkungan sekitar Monumen Tugu Kebulatan Tekad adalah pedataran rendah. Monumen ini dibangun pada tahun 1950 danpada tahun 1984 dilakukan pemuggaran atau perbaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karawang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya