HARI MERDEKA: Soto Tangkar, Lahir dari Keinginan Masyarakat Pribumi Menjajal Lezatnya Olahan Daging di Rumah Para Meneer Belanda

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Rabu 16 Agustus 2017 07:04 WIB
Soto tangkar khas Betawi (Foto:Ist)
Share :

BANYAK yang bilang bahwa soto tangkar adalah sotonya orang Betawi. Hidangan ini memang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Pada saat itu para meneer Belanda akan mengadakan pesta dan mereka biasanya memotong sapi untuk hidangan pesta tersebut.

Setelah pesta usai, mereka akan menyisakan beberapa bagian sapi yang telah dipotong untuk diberikan kepada para pekerja, diantaranya adalah bagian kepala, serta bagian dalam perut sapi atau jeroan seperti paru-paru, usus, babat, dan juga iga.

BACA JUGA:

Bingung Cara Menyimpan Saus Tomat yang Benar? Ini Metode yang Disarankan

Ayah Muda Jadi Selebgram Berkat Foto Menggemaskan Anaknya Bersama Makanan

Bagian-bagian sapi tersebut kemudian diolah menjadi berbagai hidangan, salah satunya bagian iga yang direbus dengan mencampurkan beberapa bumbu rempah-rempah seperti kunyit, lada, daun sereh, daun salam, dan santan kelapa. Dari sinilah awal mula terciptanya hidangan berkuah yang kini kenal dengan sebutan Soto Tangkar. (Wikipedia)

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Betawi hanya mampu membeli tangkar berupa potongan iga yang berdaging sedikit, karena bagian daging sapi yang lain sudah diambil oleh keluarga bagsawan kolonial.

Seiring berjalannya waktu, soto tangkar mengalami berbagai modifikasi sehingga suguhannya sedikit berbeda dengan olahan tempo dulu. Sekarang, soto tangkar dibuat dari daging sapi utuh, bahkan juga dilengkapi dengan jeroan. Para penjual soto tangkar juga menyediakan beragam pilihan daging sapi, jeroan, dan tulang muda.

 

Dikutip Okezone dari buku 80 Warisan Kuliner Nusantara karangan Tim Bango,  para penjual soto tangkar dulu menggunakan pikulan khas yang mereka gotong berkeliling kampung. Selain itu, wadahnya pun bukan dari panci melainkan tembikar. Saat ini, para pedagang soto tangkar menggunakan gerobak dan wadah yang lebih modern.

Berbicara soal proses pengolahannya, soto tangkar diolah menggunakan aneka bumbu rempah-rempah sehingga memiliki warna kuning kemerahan yang khas. Warna tersebut berasal dari kunyit. Dari segi rasa, olahan soto ini menyuguhkan rasa yang cukup gurih namun terbilang ringan karena penggunaan santannya cenderung sedikit.

BACA JUGA:

Rendam dalam Baking Soda, Rahasia agar Daging Cumi Empuk

URBAN FOOD: Selain Dibikin Saus Tiram, Cumi Juga Lezat Dimasak Asin Cabai Hijau

Untuk penyajian, soto tangkar disajikan dengan nasi putih hangat dan berbagai makanan pelengkap. Dulunya, nasi disediakan dalam keadaan terbungkus daun pisang yang bertujuan untuk memberikan aroma harum pada nasi.

Makanan pelengkap soto tangkar berupa sambal, air jeruk limau, bawang goreng, irisan seledri, dan potongan tomat. Terkadang juga ditambahkan emping. Campuran makanan tersebut memang membuat soto makin kaya rasa.

Olahan sambalnya pun dibuat khusus. Sambal soto tangkar terbuat dari cabai rawit yang direbus. Nah, bagi Anda yang tinggal di Ibu Kota Jakarta dan ingin mencicipi olahan soto tangkar yang lezat, ada 3 rekomendasi tempat yang bisa Anda kunjungi yakni, RM Soto Tangkar & Sate Daging Sapi di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Soto Tangkar Aneka Sari H. Diding di Jakarta Barat, dan Soto Tangkar Omah Sendok di Jakarta Selatan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya