Ia mengapresiasi dan berterimakasih kepada masyarakat, khususnya petani Subak Pulagan yang telah berupaya menjaga alam sehingga Subak Pulagan diakui UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia.
Subak Pulagan di Kawasan Hulu Tukad Pekerisan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar menurut Guru Besar Universitas Udayana Prof Dr Wayan Windia bisa menjadi alternatif pengganti Subak Jatiluwih, Kabupaten Tabanan yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia (WBD).
Wisman bisa mengalihkan kunjungan ke wilayah Subak Pulagan sekaligus mengunjungi kawasan Pura Gunung Kawi dan Pura Tirta Empul yang memiliki belasan pancuran untuk ritual penyucian diri.
Windia yang juga ketua pusat penelitian subak Unud itu menilai daerah aliran sungai (DAS) Pakerisan yang memiliki dua subak, salah satunya Subak Pulagan di Kabupaten Gianyar merupakan satu-kesatuan dengan kawasan Jatiluwih di Kabupaten Tabanan, kawasan suci Pura Taman Ayun, Mengwi, Kabupaten Badung dan Pura Ulundanu Batur, Kabupaten Bangli.
Wisatawan dalam dan luar negeri yang mengunjungi Subak Pulagan selanjutnya bisa mengunjungi destinasi lain yang dekat dengan lokasi itu antara lain cagar budaya yakni Pura Pegulingan, dan Pura Mengening.