Mengenal Kanker Kepala Leher, Si Pembunuh Berdarah Dingin yang Sulit Dideteksi

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Kamis 10 Agustus 2017 15:16 WIB
Ilustrasi (Foto: Newhealthadvisor)
Share :

Walau sulit, Profesor Ahli Onkologi Radiasi Prof Dr dr Soehartati Gondhowiardjo Sp.Rad(K)OnkRad menyatakan, pasien tidak boleh menunda-nunda pengobatan. Ketika gejala sudah mulai terlihat, sebaiknya sudah harus ada penanganan dokter.

"Sebab, jika dibiarkan, kemungkinan tumbuhnya sel kanker sangat besar. Kalau sudah begitu, pengobatan pun akan semakin kompleks," tambahnya.

Profesor yang biasa disebut Prof Tati itu juga menuturkan, pada pasien yang sudah menjalankan operasi pengangkatan kanker kepala leher, jangan kemudian senang. Sebab, kemungkinan kambuh pada masalah ini cukup besar yaitu 30 sampai 40 persen. Sehingga, jika tubuh pasien tidak dijaga dengan baik, maka kanker yang sama bahkan kanker baru bisa saja datang kembali.

"Kanker kepala leher ini adalah pembunuh berdarah dingin. Keberadaannya susah dideteksi, pembiaran akan membuat pasien semakin tersiksa. Risiko terparahnya kematian," pungkasnya.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya