Namun dalam adat setempat, setelah menikah, perempuan harus tinggal di rumah suaminya. Putri Pukes pun menuju ke kerajaan sang suami bersama para pengawal.
Dengan sedih, Putri Pukes meminta izin kepada orangtuanya untuk pergi ke kerajaan suaminya. Begitu pun dengan orangtua yang dengan berat hati mengizinkannya.
“Anakku, jika kamu pergi menyusul suamimu, maka pergilah dengan damai dan ikhlas. Kalaupun kamu rindu, jangan melihat ke belakang,” pesan sang ibunda kepada putrinya.
Di tengah perjalanan, Putri Pukes belum bisa menghilangkan rasa sedihnya. Sehingga sang putri lupa pada pesan ibunda dan melihat ke belakang.
Namun malang, sesaat setelah melihat ke belakang, petir menggelegar dan hujan pun turun. Sang putri bersama para pengawal pun berteduh di sebuah gua.