Demi memburu waktu mustajab itu, Al-Ghazali mengajurkan kepada kita agar bersiap-siap sejak hari Kamis dengan membersihkan pakaian kita dan memakai wewangian. Juga dengan memperbanyak membaca kalimat tasbih, istighfar, dan doa dimulai selepas Salat Ashar atau Kamis sore.
Adapun yang dimaksud kalimat tasbih banyak macamnya, paling singkat ialah mengucapkan lafadz ‘Subhânallâh’yang artinya Mahasuci Allah. Diriwayatkan dari Abi Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan Mizan, dan dicintai oleh Allah yang Maha Rahman yaitu: Subhânallâh wabihamdih, subhânallâhil ‘azdzîm(Mahasuci Allah dengan segala puji-Nya, Mahasuci Allah yang Mahaagung)".
Sedangkan istighfar ialah memohon ampun kepada Allah SWT dengan mengucapkan ‘astaghfirullâhal ‘adzîm’yang artinya aku memohon ampunan kepada Allah yang Mahaagung. Boleh juga ditambah dengan lafadz ‘lî wa liwâlidayya wa lijamî’il muslimîna wal muslimât al-ahyâimin hum wal amwât’ yang artinya ‘kepadaku dan kedua orangtuaku serta kepada semua kamum muslimin laki-laki dan perempuan baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal’.
Atau lebih lengkapnya membaca Sayyidul Istighfar yang diajarkan oleh Rasulullah SAW:
للَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي ، لا إِلَه إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَني وأَنَا عَبْدُكَ ، وأَنَا على عهْدِكَ ووعْدِكَ ما اسْتَطَعْتُ ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ ما صنَعْتُ ، أَبوءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ علَيَ ، وأَبُوءُ بذَنْبي فَاغْفِرْ لي ، فَإِنَّهُ لا يغْفِرُ الذُّنُوبِ إِلاَّ أَنْتَ
Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau, Engkau yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu, aku menetapi janji-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku, aku berlindung kepada-Mu dari keburukannku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku, karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.
(Baca Juga: Doa Nabi Ibrahim yang Bikin Umat Muslim Selalu Rindu Kakbah)
Dan yang dimaksud dengan doa ialah mengucapkan doa-doa kebaikan untuk diri sendiri dan orang lain baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Yang paling utama doa-doa yang terdapat di dalam Alquran dan doa ma’tsur yaitu doa yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana berikut:
رَبَّنَاآتِنَافِيالدُّنْيَاحَسَنَةًوَفِيالآخِرَةِحَسَنَةًوَقِنَاعَذَابَالنَّارِ
“Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201).
اللَّهُمَّإِنِّيأَعُوذُبِكَمِنْالْهَمِّوَالْحَزَنِ،وَأَعُوذُبِكَمِنْالْعَجْزِوَالْكَسَلِوَأَعُوذُبِكَمِنْالْبُخْلِوالْجُبْنِ،وَأَعُوذُبِكَمِنْغَلَبَةِالدَّيْنِوَقَهْرِالرِّجَالِ. رواهأبوداود
“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesusahan, dan aku berlindung pada-Mu dari kelemahan dan sifat malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir dan pengecut, dan aku berlindung pada-Mu dari hutang yang tak mampu ditanggung serta kesewenangan orang yang tak mampu dilawan.” (HR Abu Dawud)
Oleh: Ustadz Fathurrochman
Penulis adalah alumnus Pesantren Tebuireng
(Muhammad Saifullah )