Para peserta penelitian kemudian diminta berlari di atas treadmill selama 20 menit dan menggunakan ukuran oksigen. Mereka juga diinstruksikan untuk mencoba lima langkah panjang yang berbeda termasuk langkah alami dan langkah yang ditambah ataupun dikurangi.
Memang terdapat kesulitan ketika pelari pemula berusaha mempertahankan langkah-langkah yang tepat. Namun mereka mendapat bantuan alat teknologi di mana alat itu akan berbunyi saat kaki peserta seharusnya menyentuh treadmill. Hasil penelitian menunjukkan pelari berpengalaman menggunakan lebih sedikit energi ketika mereka berlari dengan langkah normal. (Baca Juga: Jangan Khawatir, Sarapan Telur Setiap Hari Enggak Bikin Gemuk!)
Berdasarkan hasil penelitian ini Hunter meminta agar para pelari pemula tidak terlalu memaksakan kehendak untuk mempertahankan langkah mereka agar lebih panjang. "Biarkan saja itu terjadi secara alami dan tidak perlu dilatih. Tubuh Anda adalah pelatih terbaik dalam jangka panjang," kata Hunter.
Bila ingin berlari lebih efisien, ada baiknya para pelari pemula tetap berlari seperti biasa. "Banyak orang menganjurkan berbagai bentuk optimal agar pelari bisa berlari semakin kencang dan langkahnya semakin panjang. Namun hasil penelitian ini menunjukkan pelari pemula tidak boleh mencoba sesuatu yangberbeda dari biasanya. Nikmati saja saat mereka berlari dan tidak usah merasa khawatir tentang penampilannya," lanjut Hunter.
(Helmi Ade Saputra)