"Taman ditutup."
Anda tahu betul taman dibuka, tapi Anda tidak punya waktu untuk membawa anak-anak ke taman karena harus mengerjakan tugas. Alih-alih berbohong, jujurlah. "Ibu tidak bisa mengantarmu ke taman hari ini karena kita harus membeli bahan makanan selama seminggu agar kita bisa makan dan ada beberapa tugas penting lainnya yang harus dilakukan hari ini." Mereka mungkin merengek dan mengeluh, tapi tidak apa, Mereka akan belajar kenyataan hidup adalah mereka tidak dapat memiliki semua yang mereka inginkan sepanjang waktu. Mengatakan kebenaran juga membantu membuat Anda menjadi orangtua jujur dan bukan pembohong, karena pada akhirnya mereka akan besar dan menyadari bahwa orantua berbohong tentang taman yang ditutup.
"Tidak ada salahnya berbohong demi kebaikan."
Anak perlu mendapat suntikan dari dokter, tapi mereka menjerit dan Anda ingin teriakan itu berhenti sehingga mereka bisa disuntik. Namun, anak akan lebih menjerit karena mereka tahu orangtuanya berbohong. Anda bilang tidak akan sakit saat pertama kali disuntik. Akhirnya anak kesakitan setelah disuntik. Jangan bohong, biarkan mereka tahu itu akan menjadi pukulan kecil, sedikit sakit, tapi kemudian berakhir dan mereka akan sembuh. Jelaskan bahwa mereka membutuhkan suntikan, untuk alasan kesehatan apa pun. Jangan menjadi pendusta. Anak akan mengira orangtuanya jahat. Kenyataannya adalah suntikan itu menyakitkan, tapi rasa sakitnya akan hilang, jadi katakana tentang kebenaran.
(Renny Sundayani)